<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487</id><updated>2011-08-01T14:20:32.642-07:00</updated><title type='text'>BECOMING A WORLD VIEWER</title><subtitle type='html'>Salt and Light of the world are linked to every Christian life. I agree that as a Christian, we need to make differences, and become agent of change. This world doesn't need 'a good Christian' anymore. This generation expect more than just a good attitude. A good believer tends to be a brilliant person, in God's hand.
Our main responsibility as Christian is to explain The bible as the only right answer to every question we face with.

Indonesia for HIS GLORY!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-6553212918816010156</id><published>2010-04-08T21:05:00.001-07:00</published><updated>2010-04-08T21:08:09.498-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;div class="note_title"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=90331220682"&gt;Quo Vadis Domine? (Story Behind the quote..)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="share_and_hide clearfix"&gt;&lt;a class="share share_a" title="Send this to friends or post it on your profile." href="http://www.facebook.com/ajax/share_dialog.php?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=1554948156&amp;amp;p[]=90331220682" rel="dialog"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Sunday, May 24, 2009 at 3:46pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="pipe"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/taor-geovanny-siahaan/arti-usia-27-bagiku/271150350682#" onclick="ask_delete_note(90331220682, 'note_90331220682', 10,1554948156,'Quo Vadis Domine? (Story Behind the quote..)','/note.php?note_id=90331220682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  Ingatkah kita tentang Simon Petrus, murid Yesus yang pernah menyangkal Nya sampai tiga kali ketika Sang Guru diperhadapkan kepada Imam Besar untuk diadili?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kisah lain tentang Petrus yang tidak ditulis dalam Alkitab namun tercatat dalam buku sejarah Gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 64 Masehi, Kaisar Nero membakar kota Roma dan menuduh orang Kristen sebagai pelakunya. Kaisar Nero sangat membenci kekristenan, dan kerap menyiksa orang-orang percaya dengan cara-cara yang keji dan sukar dipercaya. Ada yang dikuliti hidup-hidup, dibakar, di jadikan mangsa binatang buas, sampai dibiarkan mati perlahan-lahan dengan siksaan-siksaan. Ketika kota Roma terbakar, dan para penduduk kota diberitahu bahwa orang Kristen lah pelakunya, maka dengan kemarahan yang meluap-luap karena kehilangan banyak harta benda dan nyawa keluarganya, mereka pun memburu para pengikut Kristus. Kekacauan besar pun terjadi, orang-orang Kristen berlari keluar dari kota Roma, mencari tempat yang aman dari kejaran penduduk kota yang kalap. Diantara para pelarian itu, Petrus yang sudah sangat tua dan telah berumur 72 tahun, ikut berlari tertatih-tatih meninggalkan kota Roma yang memerah dilalap api. Hatinya penuh ketakutan, batinnya berteriak kuatir, Petrus sangat mengerti bahwa sebagai pemimpin jemaat, dia mungkin saja menjadi buruan utama dari para serdadu romawi. Banyak orang Kristen yang telah tertangkap, dan dia harus terus berlari, jangan sampai ada yang melihat dan mengenalinya diantara kerumunan. Kakinya yang sudah goyah, dan tubuhnya yang sudah renta perlahan-lahan mulai merasakan lelah, jalanya sudah mulai terbungkuk-bungkuk. Lalu samar-samar, dari kejauhan dia melihat bayangan dari seseorang yang berjalan melawan arus kerumunan. Makin lama semakin dekat, dan tampaklah seorang pria setengah baya, memikul kayu besar dipundaknya, berjalan perlahan, terbungkuk-bungkuk, dan dengan langkah setengah menyeret.&lt;br /&gt;“Siapa laki-laki itu? Sedang apa dia? Mengapa dia malah berjalan kearah kota? Apa yang dipikulnya? “ Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi kepala Petrus. Lalu Laki-Laki itu pun semakin dekat, tetapi kenapa tidak ada orang yang memperhatikan Nya? Kenapa seakan hanya Petrus yang melihat Dia? Tak lama kemudian, mereka pun berpapasan, dan Laki-Laki itu mengangkat wajahNya, penuh peluh dan kesedihan yang mendalam. San ketika mata mereka bertemu, Mata Orang itu menatap Petrus dengan sangat dalam, menusuk tajam, namun lembut penuh kasih. Petrus ingat mata itu, betapa seringnya dulu ia ditatap seperti itu. Petrus ingat pertama kali tatapan itu diikuti dengan ucapan indah, “ Mulai saat ini, engkau akan dipanggil KEFAS.” Dan saat-saat Guru nya berteriak kepadanya, “Enyahlah Engkau, Iblis!!”. Di kepala Petrus pun terngiang-ngiang kembali, ketika dia menyangkal sang Guru 3 kali, dan setelahnya mata Gurunya menatapnya dengan sangat dalam, ketika kemudian ayam berkokok 3 kali pula. Petrus juga tidak akan melupakan saat-saat Gurunya bertanya juga 3 kali, “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”, lalu dijawabnya pada kesempatan ketiga dengan menangis, dan setengah berbisik, engkau tahu Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mau mengasihimu..” dan sang Guru menjawab dengan sangat tegas, “Gembalakanlah doma-dombaKu!”&lt;br /&gt;Dan saat ini, mata itu kembali menatapnya, dijalan keluar dari Roma, ketika Petrus yang sangat ketakutan, ingin meninggalkan kota, ingin meninggalkan banyak sekali orang Kristen, domba-domba Kristus, sendiri menghadapi aniaya.. Itu Guru… Itu Yesus…&lt;br /&gt;Petrus pun berbisik, yang ditengah gemuruh teriakan dan langkah kaki orang-orang dikerumunan, mungkin tidak akan dapat didengar oleh siapapun, “Quo Vadis Domine? (Mau kemana, Tuhanku?)”&lt;br /&gt;Dan bisikan yang hamper-hampir tak terdengar itu, dijawab oleh sang Guru, tepat kepada Petrus, “ Aku mau ke Roma, hendak disalibkan untuk yang kedua kali..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bergetarlah hati Petrus, orang tua itu pun tertunduk dan terjatuh bersujud, dengan airmata yang diikuti oleh tangis yang mengerang. Hatinya tersayat, dia begitu sedih dan kecewa. Kecewa pada dirinya sendiri, yang setelah puluhan tahun melayani Kristus, namun sekarang berlari ketakutan, meninggalkan domba-domba Tuhannya, yang diamanatkan untuk dia gembalakan. Petrus tersadar, dengan kekuatan baru dia berdiri, melangkah kembali dengan sangat kokoh dan bersemangat, tetapi kali ini mengarah ke kota.. Dia sadar, melayani Kristus harus dengan satu tekad dan keberanian, sadar bahwa Tuhan beserta nya, dan menyelesaikan tugas dan panggilannya, walaupun nyawa taruhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu cerita selanjutnya, Petrus ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara. Karena dia pemimpin jemaat, maka Kaisar menunggu waktu yang tepat untuk menghukum mati dirinya, dan menggunakannya untuk menakut-nakuti jemaat Tuhan. Kemudian, pada tahun 67 Masehi, Kaisar Nero memutuskan untuk menghukum mati Petrus dengan menyalibkan dia, sama seperti Tuhannya dulu dihukum mati. Tujuan Nero adalah, kembali membunuh kekristenan diatas kayu salib. Ketika hendak disalibkan, Petrus meminta agar mereka menyalibkannya terbalik, dengan kaki diatas, dan kepala dibawah. Itu karena Petrus merasa bahwa dirinya tidak layak untuk menerima ‘penghormatan’ yang sama seperti Gurunya. Maka sesuai dengan permintaannya, Petrus pun menemui ajalnya (sekaligus menemui Gurunya) dengan disalib secara terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan para jemaat? Bukan nya surut, malah orang-orang Kristen di Roma dan di seluruh dunia, yang mendengar kabar kematian Petrus dan keberaniannya, disulut kembali imannya dan semakin berkobar-kobar. Sama seperti Petrus (sang batu karang), mereka pun semakin berapi-api untuk bersaksi tentang Kristus, dan melayani sang Raja dengan mempersembahkan seluruh hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Petrus ini memberi kita inspirasi, bahwa mengasihi Yesus, artinya adalah bahwa kita siap untuk melayani DIA sehabis-habisnya dengan memberi diri kita untuk memimpin orang lain mengenal dan memuliakan namaNYA!!&lt;br /&gt;SOLI DEO GLORI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-6553212918816010156?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/6553212918816010156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=6553212918816010156' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/6553212918816010156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/6553212918816010156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/quo-vadis-domine-story-behind-quote_08.html' title=''/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-6042854367076727911</id><published>2010-04-08T21:05:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T21:07:49.665-07:00</updated><title type='text'>Quo Vadis Domine? (Story Behind the quote..)</title><content type='html'>&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Sunday, May 24, 2009 at 3:46pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="pipe"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/taor-geovanny-siahaan/arti-usia-27-bagiku/271150350682#" onclick="ask_delete_note(90331220682, 'note_90331220682', 10,1554948156,'Quo Vadis Domine? (Story Behind the quote..)','/note.php?note_id=90331220682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  Ingatkah kita tentang Simon Petrus, murid Yesus yang pernah menyangkal Nya sampai tiga kali ketika Sang Guru diperhadapkan kepada Imam Besar untuk diadili?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kisah lain tentang Petrus yang tidak ditulis dalam Alkitab namun tercatat dalam buku sejarah Gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 64 Masehi, Kaisar Nero membakar kota Roma dan menuduh orang Kristen sebagai pelakunya. Kaisar Nero sangat membenci kekristenan, dan kerap menyiksa orang-orang percaya dengan cara-cara yang keji dan sukar dipercaya. Ada yang dikuliti hidup-hidup, dibakar, di jadikan mangsa binatang buas, sampai dibiarkan mati perlahan-lahan dengan siksaan-siksaan. Ketika kota Roma terbakar, dan para penduduk kota diberitahu bahwa orang Kristen lah pelakunya, maka dengan kemarahan yang meluap-luap karena kehilangan banyak harta benda dan nyawa keluarganya, mereka pun memburu para pengikut Kristus. Kekacauan besar pun terjadi, orang-orang Kristen berlari keluar dari kota Roma, mencari tempat yang aman dari kejaran penduduk kota yang kalap. Diantara para pelarian itu, Petrus yang sudah sangat tua dan telah berumur 72 tahun, ikut berlari tertatih-tatih meninggalkan kota Roma yang memerah dilalap api. Hatinya penuh ketakutan, batinnya berteriak kuatir, Petrus sangat mengerti bahwa sebagai pemimpin jemaat, dia mungkin saja menjadi buruan utama dari para serdadu romawi. Banyak orang Kristen yang telah tertangkap, dan dia harus terus berlari, jangan sampai ada yang melihat dan mengenalinya diantara kerumunan. Kakinya yang sudah goyah, dan tubuhnya yang sudah renta perlahan-lahan mulai merasakan lelah, jalanya sudah mulai terbungkuk-bungkuk. Lalu samar-samar, dari kejauhan dia melihat bayangan dari seseorang yang berjalan melawan arus kerumunan. Makin lama semakin dekat, dan tampaklah seorang pria setengah baya, memikul kayu besar dipundaknya, berjalan perlahan, terbungkuk-bungkuk, dan dengan langkah setengah menyeret.&lt;br /&gt;“Siapa laki-laki itu? Sedang apa dia? Mengapa dia malah berjalan kearah kota? Apa yang dipikulnya? “ Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi kepala Petrus. Lalu Laki-Laki itu pun semakin dekat, tetapi kenapa tidak ada orang yang memperhatikan Nya? Kenapa seakan hanya Petrus yang melihat Dia? Tak lama kemudian, mereka pun berpapasan, dan Laki-Laki itu mengangkat wajahNya, penuh peluh dan kesedihan yang mendalam. San ketika mata mereka bertemu, Mata Orang itu menatap Petrus dengan sangat dalam, menusuk tajam, namun lembut penuh kasih. Petrus ingat mata itu, betapa seringnya dulu ia ditatap seperti itu. Petrus ingat pertama kali tatapan itu diikuti dengan ucapan indah, “ Mulai saat ini, engkau akan dipanggil KEFAS.” Dan saat-saat Guru nya berteriak kepadanya, “Enyahlah Engkau, Iblis!!”. Di kepala Petrus pun terngiang-ngiang kembali, ketika dia menyangkal sang Guru 3 kali, dan setelahnya mata Gurunya menatapnya dengan sangat dalam, ketika kemudian ayam berkokok 3 kali pula. Petrus juga tidak akan melupakan saat-saat Gurunya bertanya juga 3 kali, “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”, lalu dijawabnya pada kesempatan ketiga dengan menangis, dan setengah berbisik, engkau tahu Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mau mengasihimu..” dan sang Guru menjawab dengan sangat tegas, “Gembalakanlah doma-dombaKu!”&lt;br /&gt;Dan saat ini, mata itu kembali menatapnya, dijalan keluar dari Roma, ketika Petrus yang sangat ketakutan, ingin meninggalkan kota, ingin meninggalkan banyak sekali orang Kristen, domba-domba Kristus, sendiri menghadapi aniaya.. Itu Guru… Itu Yesus…&lt;br /&gt;Petrus pun berbisik, yang ditengah gemuruh teriakan dan langkah kaki orang-orang dikerumunan, mungkin tidak akan dapat didengar oleh siapapun, “Quo Vadis Domine? (Mau kemana, Tuhanku?)”&lt;br /&gt;Dan bisikan yang hamper-hampir tak terdengar itu, dijawab oleh sang Guru, tepat kepada Petrus, “ Aku mau ke Roma, hendak disalibkan untuk yang kedua kali..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bergetarlah hati Petrus, orang tua itu pun tertunduk dan terjatuh bersujud, dengan airmata yang diikuti oleh tangis yang mengerang. Hatinya tersayat, dia begitu sedih dan kecewa. Kecewa pada dirinya sendiri, yang setelah puluhan tahun melayani Kristus, namun sekarang berlari ketakutan, meninggalkan domba-domba Tuhannya, yang diamanatkan untuk dia gembalakan. Petrus tersadar, dengan kekuatan baru dia berdiri, melangkah kembali dengan sangat kokoh dan bersemangat, tetapi kali ini mengarah ke kota.. Dia sadar, melayani Kristus harus dengan satu tekad dan keberanian, sadar bahwa Tuhan beserta nya, dan menyelesaikan tugas dan panggilannya, walaupun nyawa taruhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu cerita selanjutnya, Petrus ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara. Karena dia pemimpin jemaat, maka Kaisar menunggu waktu yang tepat untuk menghukum mati dirinya, dan menggunakannya untuk menakut-nakuti jemaat Tuhan. Kemudian, pada tahun 67 Masehi, Kaisar Nero memutuskan untuk menghukum mati Petrus dengan menyalibkan dia, sama seperti Tuhannya dulu dihukum mati. Tujuan Nero adalah, kembali membunuh kekristenan diatas kayu salib. Ketika hendak disalibkan, Petrus meminta agar mereka menyalibkannya terbalik, dengan kaki diatas, dan kepala dibawah. Itu karena Petrus merasa bahwa dirinya tidak layak untuk menerima ‘penghormatan’ yang sama seperti Gurunya. Maka sesuai dengan permintaannya, Petrus pun menemui ajalnya (sekaligus menemui Gurunya) dengan disalib secara terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan para jemaat? Bukan nya surut, malah orang-orang Kristen di Roma dan di seluruh dunia, yang mendengar kabar kematian Petrus dan keberaniannya, disulut kembali imannya dan semakin berkobar-kobar. Sama seperti Petrus (sang batu karang), mereka pun semakin berapi-api untuk bersaksi tentang Kristus, dan melayani sang Raja dengan mempersembahkan seluruh hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Petrus ini memberi kita inspirasi, bahwa mengasihi Yesus, artinya adalah bahwa kita siap untuk melayani DIA sehabis-habisnya dengan memberi diri kita untuk memimpin orang lain mengenal dan memuliakan namaNYA!!&lt;br /&gt;SOLI DEO GLORI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-6042854367076727911?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/6042854367076727911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=6042854367076727911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/6042854367076727911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/6042854367076727911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/quo-vadis-domine-story-behind-quote.html' title='Quo Vadis Domine? (Story Behind the quote..)'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-8032502413673658347</id><published>2010-04-08T20:54:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T21:04:33.213-07:00</updated><title type='text'>Apa Sumber Inspirasimu</title><content type='html'>&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Tuesday, September 1, 2009 at 4:55pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/taor-geovanny-siahaan/arti-usia-27-bagiku/271150350682#" onclick="ask_delete_note(131013375682, 'note_131013375682', 10,1554948156,'Apa Sumber Inspirasimu','/note.php?note_id=131013375682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  Newton menulis: "We account the Scriptures of God to be the most sublime philosophy. I find more sure marks of authenticity in the Bible than in any profane history whatsoever."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kalau seorang Taor yang menyatakan kalimat diatas, tidak akan terlalu berpengaruh. Tetapi jika nama Newton tercatat sebagai ‘pemberi pernyataan’ akan berbeda hasilnya. Ilmuwan paling besar yang hidup di sepanjang sejarah dunia, Michael Hart dalam ‘100 Manusia Paling Berpengaruh Dalam Sejarah’ yang kontroversial itu berani menempatkannya di urutan kedua, di bawah Muhammad dan di atas Yesus Kristus, yang adalah sentral dari seluruh isi Alkitab. Bukti bahwa John Newton memang adalah ‘manusia biasa’ yang paling terkemuka di dunia. Jadi, pendapat dan pernyataannya bukanlah gurauan tukang obat.&lt;br /&gt;Saya pun tergelitik memperhatikan sebagian besar orang Kristen dengan bangga menambahkan Alkitab di profil facebook atau friendster nya dalam daftar buku favorit. Mungkin buku favorit yang jarang disentuh. Pun, kelompok-kelompok kecil di mana-mana tempat persekutuan, menamai kelompok mereka sebagai kelompok PA (Penelaahan Alkitab), tanpa pernah menjadikan Alkitab sebagai objek penelaahan terutama mereka. Tak jarang saya menemukan, banyak mahasiswa kristen yang menganga mulutnya ketika mendengar cerita bahwa usia Daniel ketika dimasukkan ke Gua singa hampir 70 tahun. Atau pengulangan sejarah yang terjadi pada masa tua Samuel, dimana anak-anaknya yang seharusnya menggantikan dia sebagai Hakim di Israel, mengulangi perbuatan jahat Hofni dan Pinehas, anak-anak Eli. Atau, kisah tentang Raja Manasye yang tercatat sebagai raja paling jahat di Yehuda, namun merendahkan diri di hadapan Tuhan di usia di usia tuanya, dan (menurut interpretasi saya) sempat membimbing Yosia cucunya mengenal Tuhan, dan kelak akan menjadi reformator Yehuda. Atau kisah Epafroditus, Apolos (rasul yang jauh lebih pintar dari Paulus), dan kisah-kisah lain.&lt;br /&gt;Di Amerika (mungkin di Indonesia juga), banyak orang yang membaca Purpose Driven Life nya Warren yang terkenal itu, tanpa membaca Alkitab. Di seminar-seminar kristen, banyak dibahas topik-topik fenomenal tanpa melibatkan Alkitab sama sekali. Bahkan suatu kali, saya pernah menghadiri seminar Love, Sex, and Dating di satu PMK, tanpa membuka Alkitab sama sekali. Lalu, para pedagang dan pengejar harta mencoba mengkristiani kan nilai-nilai bisnis, dengan memaksakan ayat-ayat Alkitab berdiri dalam rangkaian pararel dengan prinsip-prinsip bisnis. Ingat pelajaran fisika di SMP? Jika salah satu lampu dalam rangkaian pararel mati, maka lampu-lampu lain masih bisa hidup.&lt;br /&gt;Banyak ahli sejarah yang protes, mengapa Socrates yang hidup sezaman dengan Maleakhi, tidak tercantum di Alkitab. Padahal, Maleakhi yang adalah ‘nabi lokal’ tercatat namanya. Itu menjadi alasan mengapa banyak orang yang berpendapat bahwa Alkitab hanyalah ‘tulisan lokal’ untuk kelompok tertentu. Tidak universal, dan bukan hasil terbaik yang bisa diberikan sejarah bagi perkembangan peradaban dunia. Pemikiran Socrates masih jauh lebih berdampak dan berkualitas dibanding cerita terbaik dari keseluruhan hidup Maleakhi. Lalu studi kritis terhadap Alkitab juga meragukan keberadaan orang pintar seperti Daniel (Beltsazar) pada suatu masa dalam sejarah, berkedudukan tinggi di dinasti-dinasti termasyur, mulai dari Babilon sampai Persia; dari Nebukadnezar sampai Cyrus. Jika Daniel sedemikian pintar dan berhikmat, mengapa namanya hilang dari daftar pemikir-pemikir termasyur sepanjang sejarah? Mengapa pemikiran-pemikirannya terabaikan? Mengapa tidak ada teriakan „EUREKA!!!“ yang tercatat dari mulut para tokoh-tokoh Alkitab?&lt;br /&gt;Jadi jelas, nilai filosofis dari Alkitab, menurut kebanyakan orang tidak sepadan dengan pemikiran-pemikiran dari tokoh non Alkitab. Jika ingin mendengar jawaban-jawaban memabukkan soal keselamatan dan perkara-perkara setelah kematian, silakan baca Alkitab. Tetapi jika kamu sedang diperhadapkan dengan hal-hal nyata, masalah-masalah nyata, dan citarasa nyata, maka Alkitab bukanlah pilihan terbaik. Bagi sebagian orang, sangat picik untuk berharap akan jalan keluar bagi perkara cinta dari Alkitab. Atau yang lebih rumit, mampukah Alkitab berbicara soal sistem politik ideal, yang dapat diimplementasikan di Republik tercinta ini? Apakah jawaban Alkitab tentang perkawinan campur (antar keyakinan) tidak terdengar ortodoks dan menentang norma kasih?&lt;br /&gt;Saya terkejut mendengar tanggapan tak terduga dari seorang mahasiswi menjelaskan pendapatnya soal kelompok PA di kampusnya: „Bang, komunitas jomlo terbesar di kampus ini ada di kelompok-kelompok PA itu.“ Wow, menurutnya Alkitab relevan untuk menjadikan seseorang menjadi lebih sering tersenyum, tapi gagal untuk memberi kiat-kiat efektif mencari pasangan.&lt;br /&gt;Ada pendapat yang menganggap bahwa Alkitab tidak bisa berdiri sendiri. Alkitab harus dilengkapi oleh pemikiran-pemikiran dan kebenaran-kebenaran lain yang berbobot. Alkitab harus bersintesa dengan kebudayaan, pemikiran zaman, dan bahkan keyakinan-keyakinan yang lain. Saya ingat nama seorang pemikir Gereja yaitu Tertulianus (160-222M) berpendapat bahwa mempelajari filsafat yunani (helenisme) dan filsafat non Alkitab lainnya adalah sia-sia dan berbahaya. Walaupun ternyata ada juga pemikir kristen lain yang sezaman dengan Tertulianus, yaitu Yustinus Martir, Klemens dari Alexandria, dan Origenes mempelajari filsafat yunani. Bahkan Gregorius dan Basilius Agung (330-390) mencoba menciptkan sebuah sintesa antara kekristenan (Alkitab) dengan kebudayaan yunani, yang diklaim tidak mengkompromikan prinsip-prinsip Alkitab. Tapi tetap saja ada kelemahan; ada beberapa tulisan bapa gereja abad itu yang kental neoplatonis. Benarlah: Tak ada gading yang tak retak.&lt;br /&gt;Suatu tulisan agung yang penuh pemikiran-pemikiran tajam De Civitate Dea (kota Allah) oleh Agustinus (Bapak Gereja) pun masih dipengaruhi oleh pemikiran Plato, walaupun ia sangat ketat berpegang pada Alkitab.&lt;br /&gt;Lalu sebenarnya, apa maksud tulisan saya ini?&lt;br /&gt;Saya ingin menegur para saudara-saudara seiman yang kurang suka bergelut dengan prinsip-prinsip, pemikiran-pemikiran, dan kisah-kisah Alkitab, untuk menjadikan Alkitab benar-benar menjadi ‘sumber filsafat yang paling mulia’. Malulah jika sebagai aktivis kristen anda lebih banyak berkubang dalam pemikiran-pemikiran orang lain, dibanding Alkitab. Termasuk jika menjadikan pemikiran para tokoh geraja terdahulu sebagai sumber inspirasi utama dalam menjawab segala macam pertanyaan. Gregorius, Tertulianus, Agustinus, Luther, dan Zwingli, Calvin, dan Wesley adalah pemikir dan ‘pencari jawaban’ pada zamannya. Memang banyak pemikiran mereka yang melampaui zamannya, namun tetap saja, kita sebagai anak Allah yang hidup pada zaman ini bertanggung jawab untuk menginterpretasikan dan mengimplementasikan Alkitab secara benar dan kontekstual, untuk zaman ini. Zaman ini adalah zaman dimana kebenaran dan kepalsuan menjadi relatif, zaman dimana terjadi peperangan antara pemikiran yang satu dengan pemikiran yang lain. Ada kelompok yang sangat aktif dan produktif mengeluarkan dan mendekritkan doktrin-doktrin dan pemikiran-pemikirannya.&lt;br /&gt;Terorisme bukanlah kemenangan kaum ekstrimis dalam menanamkan doktrin mereka kedalam diri pelaku teror, namun kegagalan berbagai kalangan untuk secara produktif menghasilkan, menyebarkan, dan mengimplementasikan prinsip agama dan nasionalisme secara sederhana, kontekstual, dan bermutu.&lt;br /&gt;Materialisme, hedonisme, anarkisme, dan isme-isme lain yang semakin marak bukanlah kemenangan kelompok-kelopmok tertentu, namun harus dimaknai sebagai kegagalan orang-orang kristen menghasilkan secara produktif nilai-nilai Alkitab yang kontekstual dan aplikatif dalam menjawab berbagai permasalahan. Orang kristen lebih bersifat reaktif dan solutif; ketimbang antipatif dan produktif.&lt;br /&gt;Mari kita benar-benar menjadikan Alkitab sebagai sumber inspirasi terbesar kita. Belajar secara mendalam, akan apa yang dikatakan Allah bagi kita, dan dunia. Ingat, bapak-bapak gereja seperti Agustinus dan Gregoryus saja, bisa terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran plato dan pemikiran non Alkitab lainnya. Apalagi kita, yang tidak terbiasa bergelut dengan Alkitab, jangan-jangan kita sudah sedemikian dalam ditenggelamkan oleh pengajaran-pengajaran, prinsip-prinsip, dan pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan Alkitab. Bacalah 2 Timotius 3: 16-17! Kalimat terakhir mengatakan: dengan demikian setiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. Sudah seharusnya setiap keterampilan, pengetahuan, dan inspirasi yang kita dapat bertitik tolak dari pemahaman yang alkitabiah. Jika tidak, tidak ada jaminan bahwa seiap tindakan yang kita lakukan masuk kategori ‚baik‘ alias BENAR!!&lt;br /&gt;Mari membangun gerakan dimana-mana, dimulai dari pemahaman Alkitab yang benar!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-8032502413673658347?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/8032502413673658347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=8032502413673658347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/8032502413673658347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/8032502413673658347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/apa-sumber-inspirasimu.html' title='Apa Sumber Inspirasimu'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-1048190050266793064</id><published>2010-04-08T20:53:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T20:55:08.752-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Kalimat di Catatan Lama</title><content type='html'>&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Saturday, September 5, 2009 at 9:53pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="pipe"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/taor-geovanny-siahaan/arti-usia-27-bagiku/271150350682#" onclick="ask_delete_note(133303035682, 'note_133303035682', 10,1554948156,'Sebuah Kalimat di Catatan Lama','/note.php?note_id=133303035682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  Aku sangat mengagumi bapakku, seorang pria sederhana dari HAUNATAS (Jangan coba cari di peta, takkan ketemu) yang begitu menginspirasi. Aku yakin, kini di Firdaus pun dia sedang duduk dan berdiskusi dengan Luther atau Apolos. Aku yakin, kedua tokoh itu sedang dibuat terkagum-kagum akan pendapat-pendapat Almarhum yang sempat menjadi Sintua selama satu dasa warsa di HKBP Zetun. Mereka akan geleng-geleng kepala, mengapa orang pintar seperti pak Siahaan ini tidak menjadi satu di antara 10 tokoh gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan hampir semua orang adalah menjadi terkenal, mengglobal, dan disanjung tinggi. Tak peduli bagaimanapun caranya. Maka, berbagai profesi digeluti demi untuk menggapai impian, menjadi yang terdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat terakhir yang bapak tuliskan untukku adalah surat yang dia kirimkan melalui mama, di hari kelulusanku di UMPTN. Aku simpan surat itu, untuk warisan bagi anakku kelak. Salah satu kalimat dari surat seorang bapak kepada putra sulungnya yang sedang diliputi oleh rasa bangga yang amat sangat adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ananda Taor, saya mengerti kegembiraanmu, dan saya bangga akan pencapaianmu, tetapi si Taor belumlah apa-apa, bukanlah siapa-siapa, dan tidak akan pernah menjadi seorang yang patut berbangga, apa pun pencapaiannya, karena pencapaian bukanlah tujuan kita, kita ini hanyalah hamba, menjadi berguna saja, cukuplah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heran, seorang seperti pak Siahaan bisa begitu idealis sekaligus puitis. Jangan tanyakan, mengapa beliau memakai kata ganti Ananda, saya, dan si TAor. Karena itu memang gayanya, the very best of him! Yang paling menggetarkan saya adalah nilai hidupnya, "MENJADI BERGUNA".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sAYA teringat kisah tentang si Apolos dari Alexandria. Saya begitu terkesan dengan hidupnya, seorang genius dan orator ulung di Aeropagus. Dalam Kisah 18:24;27b sangat jelas tergambarkan betapa kerendahan hatinya telah membuatnya menjatuhkan pilihan, daripada menjadi seorang ahli yang dikenal, lebih baik 'menjadi berguna' bagi sekelompok kecil orang percaya. Saya yakin, pilihan hidup yang dia buat, telah menginspirasi hidup banyak orang, dan masa hidupnya telah sedemikian efektif dan menghasilkan banyak pemimpin2 baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya beruntung, warisan berharga ini ditulis oleh bapak saya, pada putra sulungnya 9 tahun yang silam; dan pilihan saya persis seperti amanatnya: MENJADI BERGUNA!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-1048190050266793064?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/1048190050266793064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=1048190050266793064' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/1048190050266793064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/1048190050266793064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/sebuah-kalimat-di-catatan-lama.html' title='Sebuah Kalimat di Catatan Lama'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-5499125593129622949</id><published>2010-04-08T20:46:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T20:51:41.494-07:00</updated><title type='text'>Runtuhnya Selubung Sandiwara</title><content type='html'>Sunday, September 27, 2009 at 8:48pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, dunia ini panggung sandiwara, dan kita inilah pemain-pemainnya. Betul, kita memang sedang bermain sandiwara. Sandiwara yang lebih lucu dari opera van java, lebih menyedihkan ketimbang kisah kisah Siti Nurbaya, lebih menyebalkan dari si JengKelin, dan lebih ironis dibanding sinetron Cinta Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak begitu menyukai kisah sederhana, yang lurus dan tulus seperti mini seri JOJO atau Satu Kakak Tujuh Ponakan. Lebih berbelit-belit seperti Tersanjung, lebih tinggi ratingnya. Orang-orang mengutuk, memaki, tapi anehnya dengan muka serius masih setia mematung di TV, untuk mengetahui bagaimana episode selanjutnya memimpin dia marah-marah dan nonjok-nonjok layar kaca. Aneh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ingin saya bahas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku bersandiwara itu, turun dan mewabah di hidup sehari-hari. Keseharian kita bahkan lebih seru dari sinetron. Saya tertawa terbahak-bahak melihat aksi MAnohara di sinetron yang judulnya sami mawon. Mimik wajah, ekspresi menangis, dan gerak-gerik bibir-mata nya; benar-benar sama dengan ketika dia wara-wiri di TV, seakan mengadukan nasibnya kepada seluruh masyarakat. Di sinetron, jelas sedang bersandiwara, menangis dengan konflik yang tidak riil, hanya lakon semata. Bagaimana dengan wawancara di tv? Mana yang sandiwara, mana yang nyata, tidak ada bedanya. Dibanding ketika melihat wawancara dan film yang bintangi Denzel Washington, atau Dedy Mizwar, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang saya katakan di atas, perilaku bersandiwara itu,sudah turun dan mewabah di hidup sehari-hari. Kita temukan banyak sekali kisah sandiwara setiap hari. Tentang 2 org sahabat yang sepertinya baik2 saja, namun saling memaki di belakang masing-masing. Tentang seorang ibu rumah tangga yang innocent, namun kedapatan selingkuh dengan tetangganya yang masih SMP. Atau tentang seorang rohaniawan yang berbicara tentang integritas, namun menabrak lampu merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, apa sih yang kita cari dari hidup? Kesan baik dari orang tentang diri kita? Saya temukan, lebih banyak manusia yang senang menerima pujian selangit yang penuh kebohongan, daripada sedikit kritik yang jujur. Demi pujian selangit yang berpotensi mematikan itu, banyak manusia yang berlagak dewasa, sopan, baik, pintar-tau segalanya-, pokoknya segala yang baik-baik. Topengnya ada belasan, tergantung occasion. Tak ada pergumulan untuk berjuang menjad ilebih baik, eh begitu masuk dalam komunitas rohani, seorang bejat tiba-tiba menjadi malaikat. Saya jadi malu sendiri, sudah bertahun-tahun melayani, masih bergumul untuk mengmas kritik menjadi lebih baik. Masih bergumul untuk mengubah kemalasan, masih bergumul untuk memperbaiki 'face control' waktu lagi ga suka pada seseorang, ah.. banyak pergumulan-pergumulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud saya, betapa indahnya jika selubung sandiwara kita dibuka semua. Kelihatan jelek-jeleknya, dan ga lagi mengejar kesan baik dari semua orang terhadap diri. Saya jadi teringat, di persekutuan para hamba Tuhan beberapa hari yang lalu, saya menggambarkan bagaimana kekeras kepala-an saya dibetulkan oleh 'ketegasan' pimpinan saya dengan kalimat: "Ketika si keras kepala Taor berbenturan dengan sang keras kepala Nus, barulah.." semua orang yang hadir terdiam. Mungkin mereka setengah tak percaya, betapa kurang ajarnya anak muda satu ini, mengatai pimpinannya dengan sebutan 'keras kepala'. Tetapi saya mau jujur. Saya tidak mau berbelit-belit untuk sekedar mencari kata-kata yang lebih halus, dan memberikan kesan baik, yang akhirnya mengurangi esensi dari perkataan saya. Saya sungguh2 mau bilang, bahwa menurut saya, pimpinan saya sama keras kepalanya dengan saya, dan ternyata keras kepala lebih berguna dan mengubah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti saya menganjurkan kita berbicara kasar. Namun bicaralah seadanya, seperti yang semestinya, setidaknya tepat seperti apa yang ada di dalam hati anda. AGAr, jika seandainya pun salah, bisa kelihatan, dan lantas cepat diperbaiki. Daripada disimpan-simpan, demi sebuah kesan baik yang basi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-5499125593129622949?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/5499125593129622949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=5499125593129622949' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/5499125593129622949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/5499125593129622949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/runtuhnya-selubung-sandiwara.html' title='Runtuhnya Selubung Sandiwara'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-7368509876137988355</id><published>2010-04-08T20:40:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T20:41:39.271-07:00</updated><title type='text'>SALIB RASA JERUK</title><content type='html'>&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Sunday, September 27, 2009 at 11:04pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&amp;amp;ref=profile&amp;amp;id=1554948156#" onclick="ask_delete_note(145980910682, 'note_145980910682', 10,1554948156,'SALIB RASA JERUK','/note.php?note_id=145980910682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  Dulu, salah satu ritual paling tidak mengenakkan sebelum berangkat ke sekolah adalah meneguk 2 sendok makan 'scott emulsion'. Tapi, di keluarga Siahaan itu adalah suatu keharusan, tak peduli betapa memuakkannya rasa minyak ikat kod itu di dalam mulut. Mama dengan rajin dan teliti memerikasa satu persatu bau mulut kami. Tak ada yang bisa lolos dari penderitaan rutin itu. Meski mama selalu memulai ritual itu dengan celotehan betapa berkhasiatnya minyak ikan Kod dalam membantu pertumbuhan kami, tetap saja, 'OGAH!!'. Saya masih ingat dengan jelas, betapa usaha-usaha saya untuk melewatkan ritual itu kerap berhasil.Entah dengan mengoleskan sedikit 'cairan busuk' itu ke bibir untuk lolos dari pos pemeriksaan, atau dengan minum susu. Beberapa aksi saya tertangkap basah oleh adik bungsu saya, dan si 'kuncung' itu berusaha menakut-nakuti saya dengan, "AWAS BANG! Nanti abang pendek mirip si BAgong." Ingin rasanya menjewer telinganya 360 derajat, apalagi kelihatannya ancaman anak kecil itu setengah terjadi. Tapi apa iya, badan saya pendek begini karena dulu bandel, tidak meneguk minyak ikan busuk itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman dengan minyak ikan berkhasiat tapi rasanya 'astagfirullah', membuat saya menjadi teramat yakin peribahasa lama " Obat mujarab, pahit rasanya". Benar juga, duluada semacam pengertian dikeluarga saya, bahwa segala yang pahit pasti ada khasiatnya. Daun pepaya, mengkudu, sampai pucuk daun jambu. Tapi saya tidak sedang mendalami tentang apakah semua obat harus pahit. Dulu, ketika bodrexin berjaya, bahkn anak-anak yang tidak demam pun mengemutnya seperti permen. Rasanya yang enak membuat kesan bahwa itu 'obat' menjadi hilang, dan anak-anak suka. Kemudian mulai muncul produk-produk baru yang mengakomodasi kesukaan anak-anak itu. Ada pasta gigi rasa jeruk, strawberry, ada berbagai jenis obat berbentuk 'syrup' dengan rasa yang bermacam-masam. bahkan ada Scott Emulsion rasa jeruk (kenapa tidak dari dulu??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya membahas ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat saja. Manusia jaman sekarang tumbuh dengan slogan "kalau bisa enak, kenapa harus sakit?". Semua serba canggih, tekniologi mengantarkan kita semua ke suatu kondisi dimana setiap orang hanya bersiap untuk satu situasi: "Bahagia-enak-gampang". Pada jaman ini tidak ada lagi yang au pusing-pusing memikirkan tentang 'penderitaan'. 'Memikul salib' sudah berubah makna dan menjadi rancu dengan 'sukacita melayani'. Setiap orang akan engan senang hati memakai kalung salib, tanpa memahami maknanya, persis seperti seorang anak yang mengunyah bodrexin walaupun tidak demam. Gereja-gereja pun sudah mulai menawarkan 'berbagai macam berkat' ganti penderitaan, yang menjadi panggilan sejati kekristenan. SAya benar-benar pusing dengan kenyataan sekarang. Semua orang ingin 'penderitaan yang enak'; 'pergumulan yang menyenangkan'; dan 'ajaran-ajaran yang meninabobokan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, mungkin ini gejala ditemukannya obat baru dalam kekristenan: SALIB RASA JERUK!&lt;br /&gt;Mau coba?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-7368509876137988355?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/7368509876137988355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=7368509876137988355' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7368509876137988355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7368509876137988355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/salib-rasa-jeruk.html' title='SALIB RASA JERUK'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-3448505776562705685</id><published>2010-04-08T20:37:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T20:39:09.406-07:00</updated><title type='text'>Tangisan Putera Nusantara</title><content type='html'>&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="share_and_hide clearfix"&gt;&lt;a class="share share_a" title="Send this to friends or post it on your profile." href="http://www.facebook.com/ajax/share_dialog.php?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=1554948156&amp;amp;p[]=150107455682" rel="dialog"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Saturday, October 3, 2009 at 5:22pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="pipe"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&amp;amp;ref=profile&amp;amp;id=1554948156#" onclick="ask_delete_note(150107455682, 'note_150107455682', 10,1554948156,'Tangisan Putera Nusantara','/note.php?note_id=150107455682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  Ada apa dengan Indonesia? Ketika kubaca buku ’30 Tahun Indonesia Merdeka’, tidak bisa tidak, aku bergidik gemetar. Indonesiaku direbut oleh pejuang-pejuang berhati baja, Indonesiaku dipenuhi pecinta-pecinta tanah air yang tulus, rela mati untuk bangsanya. Pemimpin-pemimpin yang optimis akan masa kebangkitan nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah yang mencolok, yang mengharu biru akan patriotisme anak-anak bangsa, yang bangga mencium Sang Saka Merah Putih, dan meneriakkan ‘Indonesia merdeka!’. Negara ini berdiri bukan dengan mimpi semata-mata. Negara ini menegakkan citra diri, bukan di atas tangan peminta-minta. Negara ini ‘pernah’ memiliki seribu anak bangsa, sejuta putera Nusantara, yang mengorbankan nyawa, menepiskan cita-cita, dan membulatkan asa demi satu pekikan ‘Merdeka’! Negara ini tidak kekurangan pejuang, dalam segala bidang, yang mematrikan namanya di puncak-puncak tertinggi, mengisi kemerdekaan dengan prestasi, demi berkumandangnya Indonesia Raya di mana-mana. Negara ini bangga memiliki pemimpin-pemimpin yang membayar pembangunan dengan keringatnya, menebus kepercayaan rakyat dengan darahnya. Pemimpin-pemimpin yang tertawa dan menangis bersama-sama bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi itu tinggal kenangan saja.. Setiap hari, kini yang kita lihat hanya rebutan kekuasaan elit-elit berdasi dan bermobil mewah. Jargon-jargon Merdeka masih diteriakkan, ‘rumah rakyat’ masih didoktrinkan, dan semboyan padamu negeri masih dikumandangkan; sambil tersenyum sinis, sambil saling memaki, sambil sibuk memantau bisnis pribadi, sambil menghitung-hitung langkah untuk berkelit dan berdalih, sambil memamah hak-hak rakyat yang menjalani langkah-langkah hidupnya dengan tertatih-tatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersentak melihat preman yang bertarung memenangkan PILKADA. Menangis melihat langkah-langkah mereka yang tiba-tiba menjadi religius, mengunjungi masjid demi masjid; gereja demi gereja; vihara demi vihara. Menawarkan kemudahan, menawarkan rencana-rencana kolusi, menawarkan bagi-bagi rejeki, menawarkan keamanan menyembah ALLAH tanpa celurit di leher. Dan anehnya, mereka mengangguk-angguk. Mereka, jamaah yang tertipu, mengangguk-angguk. Tak sadar bahwa dirinya telah dijadikan dagelan politik. Memilukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita seolah-olah hidup di pasar ikan. Tidak ada yang mencium bau busuk, semua menghirupnya seolah wewangian surga. Terbiasa di tengah-tengah kebusukan, sehingga tidak menyadari bau yang menyengat hidung. Terbiasa mendengar bencana demi bencana; terbiasa dengan perkara korupsi, terbiasa dibohongi abdi negeri; terbiasa dengan seluruh ketidak-adilan; terbiasa melihat nyawa manusia melayang begitu saja, tanpa makna tanpa arti. Kita tidak menyadari, bahwa bau itu telah sedemikian busuk; kita tidak menyadari bahwa Tuhan sedang berteriak-teriak menyerukan pertobatan; kita tertidur, menganggap tangisanNYA sebagai musik yang meninabobokan. Aceh, Nias, Jogja, Nabire, Alor, Ambon, Pangandaran, Tasikmalaya, dan terakhir Padang, semuanya mungkin adalah teguranNYA, bagi bangsa yang dikasihiNYA, bagi NINIVEH di Samudera Hindia. Mari kembali kepada fitrah kita: sebagai pelayanNYA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Aku tahu, masih banyak patriot-patriot bangsa di segala suku bangsa, di segala bidang profesi, yang berjuang sendiri-sendiri, hampir-hampir ditenggelamkan oleh keputusasaan.. Mari, tetap bersemangat! Kita tidak sendiri, masih ada ribuan orang yang Tuhan tinggalkan di seluruh negeri, yang hatinya tidak menyembah ‘baal’, yang tidak condong pada kekuasaan, yang berjuang untuk kebangkitan pertiwi.. Mari berjuang bersama-sama, ini tanah air kita, tanah tumpah darah, Nusantara tercinta!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-3448505776562705685?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/3448505776562705685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=3448505776562705685' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/3448505776562705685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/3448505776562705685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/tangisan-putera-nusantara.html' title='Tangisan Putera Nusantara'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-7050816816324082726</id><published>2010-04-08T20:36:00.001-07:00</published><updated>2010-04-08T20:36:54.068-07:00</updated><title type='text'>Stigma</title><content type='html'>&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Wednesday, November 18, 2009 at 2:26pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&amp;amp;ref=profile&amp;amp;id=1554948156#" onclick="ask_delete_note(183590745682, 'note_183590745682', 10,1554948156,'Stigma','/note.php?note_id=183590745682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;Catatan ini ku tulis karena sebuah kegelisahan. Rasa iba begitu saja menguasai hatiku, saat seseorang bercerita bahwa dia begitu susah untuk bangun dari kebersalahannya. Sebab-musababnya cuma satu: TER- STIGMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena beberapa kasus, si C ini sudah di cap sebagai pembohong di kampusnya. Dalam suatu kesempatan, terbukti sudah bahwa selama ini dia telah membohongi puluhan bahkan ratusan orang dalam kurun waktu yang cukup lama. Dan kekecewaan teman-temannya tidak terbendung lagi, semua tertumpah. Dalam malu yang teramat sangat, dia menangisi kebodohannya, berjanji untuk berubah. Tetapi ternyata sangat sulit, tak ada lagi yang mempercayai setiap huruf dari kata-katanya. Setiap orang langsung mencibirnya, seolah-olah orang itu tidak pernah berbohong seumur hidupnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tragis, kebanyakan orang bisa saja langsung mengatakan: "Wajar!! Dia sedang menuai apa yang dulu dia tabur. Biar dia membayar satu persatu dosanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stigma memang kejam. Jika konsep 'menghakimi' sering kali masih diperdebatkan batasan-batasannya, bagi saya 'menstigma' adalah contoh menghakimi. Memberi vonis kepada seseorang bahwa dia tidak akan pernah bisa berubah, adalah penghakiman yang sangat keji. Memberi stigma pada seseorang, itu sama dengan memberi tanda pada dahi KAIN. Orang yang demikian, menganggap dirinya adalah ALLAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku, setiap orang bisa salah. Namun setiap orang juga bisa memperbaiki kesalahannya. Dia bisa berubah. Memberi stigma hanya akan menghalangi proses itu. Percayalah, terstigma itu sangat menyakitkan. Aku pernah mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang dengan mudahnya kita memberi label kepada seseorang, tanpa pernah menyadari bahwa segudang kelemahan juga melekat pada diri kita. Saya orang yang sering mengkritik setiap kesalahan yang saya temui. Terkadang keras, tanpa saya sadari telah menyakiti hati seseorang. Saya sadari itu sebagai sebuah kelemahan, ada yang harus diubah. Namun menstigma, itu bukan kritikan. Stigma adalah pembunuhan karakter, yang menghancurkan kesempatan bagi seseorang untuk memperbaiki diri, dan menyangkal kemampuan supernatural TUHAN untuk mengubah hati anak NYA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku katakan kepada teman ku, si C, "Penstigma mu telah membunuhmu, dan hutang di balas dengan darah. Tetapi bukan olehmu, biarlah Tuhan yang membuat perhitungan dengan mereka. Kau telah membayar kesalahanmu, bahkan DIA telah melunasi hutang-hutangmu dengan darah NYA. Masakan kamu berhenti meyakini, DIA berkuasa mengubah hidupmu?? Life continues; prove that you are a new creation!"&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-7050816816324082726?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/7050816816324082726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=7050816816324082726' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7050816816324082726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7050816816324082726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/stigma.html' title='Stigma'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-4532834099217926351</id><published>2010-04-08T20:34:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T20:35:56.702-07:00</updated><title type='text'>SELAMAT JALAN, RABBI!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Wednesday, January 6, 2010 at 10:26am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="pipe"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&amp;amp;ref=profile&amp;amp;id=1554948156#" onclick="ask_delete_note(240064955682, 'note_240064955682', 10,1554948156,'SELAMAT JALAN, RABBI!!','/note.php?note_id=240064955682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Tidak ada tokoh bangsa ini sejak reformasi yang saya hargai sebesar penghargaan saya kepada Gus Dur. Bukan karena sifat bangsa kita yang mengeluarkan sekeranjang pujian kepada seseorang yang baru meninggal, namun memang bagi saya, Gus Dur adalah BApak Bangsa; bukan sekedar BApak Pluralisme atau Bapak Multikulturalisme. Menitik air mata saya mengenang segala kekaguman saya akan Gus Dur, termasuk lelucon-lelucon dan responnya untuk setiap pertanyaan yang membuat saya geleng-geleng kepala dan tertawa terbahak-bahak. Tidak biasa, tidak juga 'jaga image', begitu jujur, dan sederhana. BAgi Gus Dur, Politik, kekuasaan, dan agama bukanlah hal yang teramat rumit, dengan bahasa dan istilah barat, dan penjelasan yang lebih membingungkan dibanding pertanyaan awalnya. Mendengar Gus Dur tertawa, juga adalah kesempatan langka. Perkataannya yang kita respon dengan terbahak-bahak, dilontarkannya dengan serius. JArgon "gitu aja kog repot" adalah kata hati, bukan plesetan atau untuk lucu-lucuan. Gus Dur agaknya telah menjadi jawaban yang pas atas 'kebodohan dan kesederhanaan' bangsanya. Pemimpin yang bijak memang datang bersama jawaban yang sesederhana dan se aplikatif mungkin. Bukan menjadi satu-satunya orang yang (sok) pintar diantara sekian orang yang terbelalak dan mengangguk-angguk. Bertahun-tahun saya pelajari nilai sakral ini dari seorang Gus Dur. Pleidoi Gus Dur atas segala kontroversi dan pertanyaan atas keberadaannya adalah ketulusan, kejujuran, dan kesederhanaan yang tepancar. Sempat saya tidak yakin dan marah-marah ketika melihat Gus Dur muncul dengan celana pendek di teras istana, pasca impeachment MPR. Belakangan saya baru tahu, itu inisiatif Sang Dur, bukan akal-akalan siapapun untuk menjatuhkan citranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pengamat Gus Dur sejak dia hampir naik ke atas meja pada hari pelantikannya menjadi Presiden. Sejak itu, politik bagi saya menjadi lebih bergairah, dan menjadi salah satu motivasi saya memilih politik sebagai ladang saya setelah menyelesaikan SMU. Bagi saya sejak awal, adalah lelucon terbaik Indonesia menjadikan Gus Dur Preseiden. Tetapi, itulah Gus Dur; lelucon itu ditanggapi dan dijalankan serius. Kelemahan dan kondisi-kondisi tidak menguntungkan yang menjadikannya bahan tertawaan diubahnya menjadi kekuatan. Dan, orang-orang yang mengangkatnya melakukan kesalahan yang lebih besar dari tindakan awal mereka: menurunkan Gus Dur dengan kasus yang sampai kini tidak selesai dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Gus Dur, tidak pernah berhenti memilih jalan yang berbeda dari kebanyakan orang: Menjadi diri sendiri. Banyak orang mengingkari dirinya dan membangun citra yang baik demi untuk mendapat pengakuan orang. Gus Dur tidak. Dia berada di berbagai tempat sebagai Gus Dur. Dia berbicara dan bertindak sebagai dirinya sendiri. Heran kepada fakta bahwa penganiayaan terhadap penganut agama minoritas justru meningkat tatkala pribadi pluralis sepertinya memimpin negeri ini. Menjadi jawaban bagi saya, bahwa seorang Gus Dur sekalipun tidak cukup mengubah negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul catatan ini sengaja saya titipkan, mengingatkan saya akan keterbukaan hidup seorang Gus Dur kepada perbedaan. Bagi Gus Dur, siapapun adalah kawan, dan siapapun bisa menjadi lawan. Mengingat Yahudi dan ke-yahudi-an adalah haram bagi sekelompok orang di negeri ini, saya geleng-geleng kepala dan merinding mendengar seorang wali negeri menyuarakan pentingnya membuka hubungan diplomasi dengan ISrael. Bagi saya, itu puncak ke-agung-an Gus Dur. Baginya, bahkan seorang Yahudi pun, layak diberi kesempatan. Dan tentu, beliau takkan marah jika saya panggil, RAbbi Dur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan, Rabbi! Tak perlu ada lagi yang sepertimu, cukup satu Dur yang pernah dimiliki bangsa ini. Satu Dur saja, sudah membuat kami kelimpungan, apalagi dua, tiga; seribu, sejuta, Jangan!! Doaku hanya: semoga Indonesia melahirkan Gus yang lain, Bang yang lain, Mas yang lain, Aa yang lain, Lae yang lain, Koko yang lain; dan harapanku, Bang Taor bisa menjadi alternatif yang berbeda; Lae Bachrul juga bisa; Ko Andreas siapa tahu, Tulang Paul pun punya peluang..&lt;br /&gt;Siapa tahu, hiruk pikuk di Jombang, tahlilan di Tebu Ireng, suatu hari nanti bisa berpindah ke Siantar, dan kidung pujian-pujian bagi NYA dari gereja HKBP Jetun diperdengarkan oleh seluruh stasiun televisi..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-4532834099217926351?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/4532834099217926351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=4532834099217926351' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/4532834099217926351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/4532834099217926351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/selamat-jalan-rabbi.html' title='SELAMAT JALAN, RABBI!!'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-4769686536464890998</id><published>2010-04-08T20:32:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T20:34:20.683-07:00</updated><title type='text'>Susno Duadji; Riwayatmu Kini..</title><content type='html'>Friday, January 8, 2010 at 11:10am &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From Loser to Hero..&lt;br /&gt;Mungkin begitu sebagian besar orang menyebut Sang Jenderal. Pencetus 'Buaya vs Cicak' ini kini dianggap penghianat (kira-kira begitu kesan yang saya tangkap dari pemberitaan media) gara-gara kesaksiannya di Pengadilan, yang dianggap meringankan Antasari Azhar, dan menurut pengacara AA, semakin mempertegas dugaan rekayasa kasus oleh POLRI terhadap AA. Kesaksian ini melengkapi kesaksian Williardi Wizard yang mengatakan bahwa kasus AA adalah rekayasa POLRI. Nama demi nama bermunculan, dan Susno Duadji adalah aktor terakhir yang melejit di panggung (Sandiwara) hukum Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari wawancara yang saya tonton di salah satu stasiun tv swasta nasional, tersirat suatu kekecewaan dari Pak Susno terhadap perlakuan Mabes Polri kepada dirinya. Dari pemberhentiannya sebagai Ka Bareskrim POLRI yang diberitakan di media (padahal menurut Pak Susno, mutasi ditubuh POLRI tidak pernah dipublikasikan), sampai rencana penarikan fasilitas yang selama ini diberikan kepada Jendral Bintang Tiga itu telah mengusik hatinya. Susno mungkin merasa terpinggirkan, terbuang, dan disia-siakan. Bahkan (yang paling menarik bagi saya), ketika dalam wawancara Pak Susno ditanyai seputar alasan POLRI melakukan hal-hal itu, beliau menjawab, "Saya tidak tahu, tidak pernah mau bertanya... Saya ini Jendral, saya hapal betul kode etik POLRI, dan saya yakin saya tidak pernah melanggar kode itu itu... Mungkin, saya dianggap gagal 'menjatuhkan' petinggi KPK, saya tidak tahu.." (Tiap-tiap kalimat adalah potongan-potongan pernyataan dari Pak Susno).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow, seorang Susno berbicara bahwa ada kemungkinan masalah kriminalisasi KPK yang gagal itu menjadi alasan dari peminggirrannya dari tubuh POLRI. Arti peryataan ini bisa banyak. Apalagi sampai kini, perkara dugaan kriminalisasi KPK belum selesai, walaupun Chandra dan Bibit sudah kembali berkantor di KPK. Saya juga heran, mengapa keputusan membebaskan 2 petinggi KPK itu tidak sampai pada keputusan yang juga penting bagi seluruh masyarakat: BETUL ADA KRIMINALISASI KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah memang itu sudah jelas, namun mengingat kepentingan yang lebih besar (eksistensi POLRI dan KPK itu sendiri) menjadi disamarkan/dikaburkan/didiamkan? Rakyat seperti saya (mau bilang kita, friends?) menjadi bingung tujuh keliling. Belum selesai Antasari, muncul Bibit-Chandra; belum selesai itu sudah muncul lagi Perkara Bank Century; terus George Tjondro bikin sensasi dengan buku yang tidak sepadan dengan gelar PhD nya, ditambah lagi Bang Pohan yang ikut-ikutan menambah sensasi, eh ada lagi mantan Jurnalis yang mengaku ingin cari uang dengan menanggapi sensasi bikinan George; diakhiri pula oleh kelakuan berbalas pantun seorang profesor dan pemain sinetron di Gedung DPR. Bingung, semakin bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Pak Susno, 'musuh besar' KPK itu kemarin bersalaman dengan Antasari Azhar Ketua non aktif KPK. Makin jelaslah, tidak ada kawan atau lawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan. Saya tidak berlama-lama mengomentari isi kesaksian pak Susno, yang kemarin dianggap sudah menjauh dari hanggar POLRI, dan kini berlabuh di pelabuhan hati sekelompok masyarakat pendukung KPK. Yang ingin saya katakan, betapa perilaku para petinggi itu adalah cerminan pribadi masyarakat kita. Kebohongan, muka dua, saling memaki, menggunakan kesempatan apapun untuk menjatuhkan lawan politi, yang entah esok atau tahun depan menjadi sekongkol utama nya untuk melirik pelabuhan lain yang lebih ramai dan menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saya kembali lagi ke GUS DUR, sambil meneriakkan : 'Berpolitik (politik kan ada disetiap bidang kehidupan) jangan untuk kepentingan diri atau kelompok."&lt;br /&gt;Ada lagi yang lebih indah, kata BApak saya, " Suatu hari nanti kita akan dipaksa membuka topeng, suka-atau tidak suka, dan saat itu saya akan tertawa, wajah saya yang jelek ini ternyata lebih ganteng dari orang lain."&lt;br /&gt;Saya menangis, "Bapak, ajarkan saya untuk membuang jauh-jauh sandiwara dan kepura-puraan! Ajarkan saya untuk tulus belajar hanya untuk berguna bagi orang lain!"&lt;br /&gt;"Insya Allah, kata bapak saya dari sana.."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-4769686536464890998?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/4769686536464890998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=4769686536464890998' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/4769686536464890998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/4769686536464890998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/susno-duadji-riwayatmu-kini.html' title='Susno Duadji; Riwayatmu Kini..'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-1908670219394956701</id><published>2010-04-08T20:30:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T20:32:33.608-07:00</updated><title type='text'>Jika Semua Tidak Berjalan Semestinya..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Wednesday, January 20, 2010 at 2:12pm&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&amp;amp;ref=profile&amp;amp;id=1554948156#" onclick="ask_delete_note(263527555682, 'note_263527555682', 10,1554948156,'Jika Semua Tidak Berjalan Semestinya..','/note.php?note_id=263527555682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; Banyak sekali kisah ku yang begitu jauh dari angan, impian, harapan, dan perencanaan. Bahkan ada beberapa yang melenceng dari perkiraan, padahal segala daya upaya telah kulakukan untuk mengimplementasikan perencanaan. Saat-saat seperti itu, memang paling enak dihabiskan dengan memelas diri, mencari pembenaran, atau bahkan menyalahkan orang lain.&lt;br /&gt;Pernah tahun lalu, aku menghabiskan waktuku untuk suatu pekerjaan. Uang, tenaga, dan pikiran kucurahkan, ditambah lagi senyuman. Karena hatiku pun kuletakkan di pekerjaan itu, maka lelah yang timbul seperti tidak terasa. Padahal, saat itu tidak ada orang yang mendukung apa yang ku rencanakan dan lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi kemudian memang begitu menyesakkan hati, singkat kata pekerjaanku gagal. Bukan saja gagal, namun juga memberi ekses yang tidak disangka-sangka, hubungan ku dengan rekan se tim menjadi rusak, karena mereka berdiri di tempat lain sebagai pengamat dan penilai. Maka lengkap lah semua, waktu terasa sia-sia, lelah datang, uang habis, sindiran terdengar di sana-sini, dan teguran keras dari pimpinan. Maka ego ku pun bereaksi, aku bangkit menjawab satu persatu 'masalah' yang muncul di depan muka ku. Aku mulai mencari-cari pembenaran, bahwa rencana yang ku lakukan sudah ku pikirkan matang-matang sejak awal; bahkan beralih menyalahkan tim yang tidak mendukung, pimpinan yang hanya menuntut, mahasiswa yang bodoh dan keras kepala, sampai kepada Tuhan yang lebih membela orang malas yang bahkan tidak melakukan apa-apa. Bisa dibayangkan, aku mengharapkan pembelaan, maka satu persatu ku seret orang-orang ke dalam masalah ku. Ku telepon si Anu, ku temui si Ani, nginap di rumah si Ucok, seharian di rumah si Butet. Pokok diskusinya cuma satu: AKU PASTI BERHASIL SEANDAINYA DIA, MEREKA,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertarik menulis catatan ini untuk berbagi tentang sikap hati. Aku tahu sejak awal bahwa ini mimpiku, dan tidak semua orang setuju kepada mimpiku, karena ini mimpiku, bukan mimpi mereka. Sejak awal aku tahu, aku hanya sendiri, kemampuan ku terbatas. Tapi aku tetap mengerjakannya. Aneh jika akhirnya aku menyalahkan orang lain ketika segala sesuatunya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Seandainya aku menghabiskan waktu untuk berdiam diri dan mengevaluasi perencanaan ku, pasti lebih bermakna. Karena semua orang pernah gagal, tidak semua orang mendapati mimpinya dalam genggaman nya. Sikap hati yang ku ambil ketika seluruh perencanaan matang dan pekerjaan habis-habisan yang ku lakukan menemukan kegagalan, menentukan kelanjutan perjalananku. Aku harus yakin, perjalananku belum berakhir, aku bisa beristirahat dahulu, menghela napas, dan mendengarkan dengan saksama cibiran orang lain sebagai evaluasi dan teguran pimpinan sebagai tuntunan. Nanti aku akan kembali, dengan tenaga yang sudah pulih, pikiran yang lebih sehat, dan perencanaan yang semakin sempurna, maka pekerjaanku akan lebih baik dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berbagi, karena aku tahu ketika 'semua hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya' direspon dengan salah, hanya akan mendatangkan kekecewaan berlipat.&lt;br /&gt;"TERLALU BANYAK ORANG YANG MEMILIKI SEGUDANG POTENSI HARUS MUNDUR DAN LAYU HANYA KARENA SEPULUH KEGAGALAN PERTAMA, TANPA TAHU BAHWA KEGAGALAN DEMI KEGAGALAN ITU JUSTRU AKAN MENJADI KUNCI UNTUK MENCAPAI SERATUS KEMENANGAN BERIKUTNYA"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Tagesi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-1908670219394956701?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/1908670219394956701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=1908670219394956701' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/1908670219394956701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/1908670219394956701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/jika-semua-tidak-berjalan-semestinya.html' title='Jika Semua Tidak Berjalan Semestinya..'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-3723298448300046398</id><published>2010-04-08T20:27:00.001-07:00</published><updated>2010-04-08T20:31:46.195-07:00</updated><title type='text'>Mengambil Hikmah dari Sebuah Kebodohan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Thursday, January 21, 2010 at 7:39am&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&amp;amp;ref=profile&amp;amp;id=1554948156#" onclick="ask_delete_note(264802305682, 'note_264802305682', 10,1554948156,'Mengambil Hikmah dari Sebuah Kebodohan','/note.php?note_id=264802305682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Semua orang pernah bertindak bodoh, setidaknya itu asumsi ku. Dan biasanya, sebuah kebodohan memberi dampak lebih besar dan panjang dari kuantitas dan kualitas waktu yang dihabiskan untuk menghasilkannya. Karena berdasarkan pengalaman ku, kualitas kebodohan tidak ditentukan oleh kuantitas waktu yang kita habiskan untuk memikirkannya. Bahkan semakin singkat (alias dadakan) waktunya, semakin berkualitas kebodohannya. Tak ada kebohan yang dipikirkan dan direncanakan matang-matang, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi padaku senin malam kemarin. Sebuah kebodohan terkonsep begitu saja dibenakku, dan biasanya (berbeda dengan misi mulia, yang sering diundur-undur pelaksanaan nya) begitu rencana kebodohan tercipta, maka tangan, mulut, dan kaki akan terasa gagal untuk mengejawantahkannya kedalam wujud tindakan nyata. He-he. Dan, rekasinya pun cepat sekali. Heran, bahkan tanpa rencana yang matang, tanpa tahapan-tahapan yang jelas, dan kemampuan yang memadai, sukses juga kebodohanku, mempermalukan diri, menyakiti hati orang lain, dan menutup kesempatan untuk meraih mimpi yang sudah hampir digenggaman. Tak pernah konsep ku yang paling matang sekalipun bisa sesukses ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi aku sudah mengetik kebodohanku, sampai akhirnya aku putuskan untuk men 'delete' lagi. Namanya saja kebodohan, pasti menular. Aku takut, menulisnya disini malah menjadi pancingan untuk munculnya kebodohan yang lainlagi, walaupun dari orang yang berbeda. Cukuplah aku mengakui dengan jujur, aku sudah melakukan kebodohan berkualitas, yang hebatnya cuma menghabiskan waktu tidak sampai semenit waktu mengkonsepnya. Ada orang yang dipermalukan (diriku sendiri), yang kemudian menderita untuk sekian jam lamanya. Lebih memalukan dibanding Jatuh di Got Kampus, ketika mau pergi kuliah (yang juga pernah kualami dulu di JAtinangor). Ditonton orang-orang, yang senyum-senyum karena tidak tega melantunkan tertawa yang meledak-ledak; dibicarakan hampir sebulan dengan kisah-kisah yang itu-itu saja oleh teman satu kost, teman kuliah, dan loper koran yang setiap hari selalu menatap dengan mimik yang seolah-olah hendak mengatakan, "Ini kan orang konyol yang jatuh ke parit itu? Ya ampun, masih hidup ternyata.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hikmahnya? Setelah jatuh dari Parit, masukkan kepalamu ke tas yang kau sandang? Atau pindah kampus?&lt;br /&gt;Bukan! Apalagi, jatuh di parit kampus (betapapun memalukannya) bukanlah sebuah kebodohan. Itu sebuah tragedi, yang tidak bisa dihindari (padahal, aku jalan hati-hati hari itu, karena belum terlambat. Hari-hari sebelumnya aku buru-buru karena terlambat, tidak pernah jatuh). Kebodohan yang aku maksud beda. Oya, aku teringat sesuatu contoh (tetap untu menghindar dari bercerita tentang kebodohanku kemarin):&lt;br /&gt;Sewaktu SMU, aku pernah jatuh cinta pada seorang gadis cantik. Setelah merasa melakukan pendekatan, maka kuberanikan menyatakan isi hatiku. Aku datang kerumahnya, ngobrol sejenak, dan kemudian menyatakan isi hatiku dengan menuliskannya di sebuah buku. Hening, dia membaca tulisanku, senyum dan mimik serius bergantian menghias wajahnya. Lalu, dia menutup buku itu, dengan sebuah senyuman. Memandangku, yang gemetar walau tidak kedinginan. Lalu dia memulai pembicaraan,&lt;br /&gt;"Mm, aku sudah baca. Aku suka tulisanmu, suka caramu mengungkapkannya. Maksih ya!"&lt;br /&gt;Aku mengangguk..&lt;br /&gt;"Trus, sekarang, aku jawab nih?" lanjutnya.&lt;br /&gt;Eh, entah angin dari mana, mungkin karena ge-er menilai mimik wajah dan senyumannya, keluarlah kalimat yang aku sesali seumur hidup dari bibirku,&lt;br /&gt;"Melati (bukan nama sebenarnya -tagesi), aku sudah cukup senang berani menyatakan isi hatiku padamu. Apalagi kau tidak marah atau meremehkan perasaanku. Jadi, itu sudah cukup untukku. Apapun jawaban mu, atau bahkan tidak kau jawab sama sekali, aku tidak akan mempermasalahkan.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu cukup untuk disebut kebodohan. Seketika mimik wajah gadis itu berubah, dia meletakkan buku itu dengan sedikit kasar di meja, lalu menjawab,&lt;br /&gt;"YA sudah kalo gitu! Aku jawab aja, biar tidak ada urusan belakangan. biar selesai. Aku jawab tidak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meldaklah matahari didepanku, hampir kiamat.&lt;br /&gt;Meskipun akhirnya dia sedikit melembut ketika aku permisi pulang dengan mengucapkan terimakasih sudah datang, tetap saja kebodohan menjadi kebodohan. Sejak saat itu, tidak ada lagi percakapan, kecuali say Hi, dan senyum basa-basi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hikmah dari sebuah kebodohan, cari sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMANG ADA HIKMAHNYA??&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-3723298448300046398?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/3723298448300046398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=3723298448300046398' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/3723298448300046398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/3723298448300046398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/mengambil-hikmah-dari-sebuah-kebodohan.html' title='Mengambil Hikmah dari Sebuah Kebodohan'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-2711681985839843736</id><published>2010-04-08T20:27:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T20:29:29.493-07:00</updated><title type='text'>Antara Black Coffee dan Brown Coffee; Antara Yerry Makarawung dan Taor Geovanny</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Thursday, January 21, 2010 at 1:14pm&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/taor-geovanny-siahaan/arti-usia-27-bagiku/271150350682#" onclick="ask_delete_note(265143310682, 'note_265143310682', 10,1554948156,'Antara Black Coffee dan Brown Coffee; Antara Yerry Makarawung dan Taor Geovanny','/note.php?note_id=265143310682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, saya bernostalgia dengan bapak rohani saya ketika mahasiswa, Yerry Makarawung. Wah, saya dan istri menikmati betul pertemuan itu. Istri yang tadinya ngidam Pizza, kelihatannya lebih menikmati obrolan kami disbanding potongan pizza yang tersaji. Sembilan tahun tak bertemu, tidak membuat hal-hal indah yang dulu kami alami berubah menjadi rasa canggung. Hanya setahun bang Yerry melayani menjadi staf LPMi di UNPAD Jatinangor, setahun pula saya dan dua orang saudara rohani saya (Chandra Panangian MAnalu dan John Franky Audermansen Imanuel Sinaga) menikmati hidup di bawah pengaruh rohani dan teladan hidup nya. Hanya setahun, tetapi menjadi tahun penuh makna dan kenangan, kemudian bang Yerry pergi tanpa memberitahu kabar apapun pada kami. Kemarin dia bercerita, hanya untuk menjaga semangat yang sedang menyala-nyala di dalam diri pemimpin baru seperti kami, dia pergi tanpa pernah bercerita alas an apa yang melatari keputusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin kemarin kami bertemu lagi, tanpa kecanggungan. Saya bercerita bagaimana hidupnya begitu menginspirasi saya, menginspirasi kami. Saya bercerita betapa saya menganggap dia sebagai staf kampus terbaik yang pernah dimiliki LPMI (setidaknya selama saya kenal LPMI sejak tahun 2000). Dialah staf yang mempraktekkan benar-benar apa yang didapatkannya selama belajar di Pusat Latihan Amanat Agung LPMI. Kami melihatnya di kampus setiap hari, kecuali senin pagi dan kamis pagi. Tidak seperti kebanyakan staf sekarang, yang berkoar-koar sedang membangun gerakan tanpa pernah tahu di mana letak toilet di kampus yang mereka layani. Bang Yerry menyapa mahasiswa, PA, PI, sharing visi, berdoa keliling, dan melakukan kgiatan-kegiatan lain yang ketika itu belum saya mengerti, namun telah pula menjadi bagian hidup saya sekarang. Bang Yerry menghabiskan banyak waktu untuk membaca, persiapan PA, WM, dan rapat-rapat kecil yang kami lakukan. Baru kemarin dia memberitahu alasannya. “Kalian bertiga kritis, mempertanyakan segala-galanya.” Dia pun memasak bagi kami, traktir makan kalau bertemu di kampus. Bagian kami hanya cuci piring (sebenarnya, John mengambil alih pekerjaan ini, karena hobi katanya). Pernah suatu kali, saya seminggu berturut-turut tidak pernah dating ke sekretariat. Chandra berulang kali bilang, Bang Yerry mencari-cari. Hp belum lazim pada waktu itu. Saya terkejut sekali, selesai kuliah menemukan dia ada di depan kampus, tersenyum dan bilang sengaja ingin bertemu. Lalu kami berjalan menuju gerbang kampus, “Kita makan di Doa MAnde, or! Saya traktir.” Aura mahasiswa saya tak bisa menolak, maka kami pun menuju kesana. “Silahkan ambil dulu, or! Abang ke toilet dulu.” Saya pun mengambil sepiring ayam dengan sepotong nasi. Sampai di meja, sudah ada es the manis, tapi bang Yerry belum juga memesan makanan. “Saya belum lapar, Taor saja!” Saya jadi merasa tidak enak, tetapi tetap memakan piring (nasi dipiring, -tagesi) saya. Lalu pembicaraan menjurus ke hal-hal lain seputar kuliah dan keluarga. Di akhir, dia baru minta saya untuk dating lagi, ikut Wm dan PA. Sogokannya manjur, apalagi waktu Chandra (yang memang tinggal dengan bang Yerry di sekre, maklum kere, he-he.) membuka rahasia, “Or, BAng Yerry lagi ga punya uang loh, eh malah nraktir kau.” Dasar Chandra, sengaja membuat aku ga enak hati sampai ingin memuntahkan kembali makanan itu. He-he lagi. Memang, bang Yerry menghabiskan hamper seluruh dana pelayanannya untuk kami, lupa bahwa ada pacar yang harus cepat-cepat dinikahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saya mengeluh kepada bang Yerry, yang selama melayani di LPMI hanya focus kepada 7 mahasiswa (3 di UNJ, 4 di UNPAD), namun hidupnya berbuah. Semua anak rohaninya benar-benar terinspirasi atas pelayanannya, hamper semuanya berhasil menjadi pemimpin dimana-mana (minus saya). Sementara saya elah melayani lebih banyak sepanjang 4 tahun ini, dan tidak ragu untuk bilang, saya pun sungguh-sungguh, saya memberi apa yang saya punya untuk mahasiswa, anak-anak rohani saya. Tetapi belum pernah saya menemukan mahasiswa yang begitu ‘excited’; seperti saya terhadap bang Yerry. Saya merenung di rumah, terngiang kalimat bang Yerry menguatkan saya senin lalu,&lt;br /&gt;“Mungkin yang membedakan kita Cuma temperamen saja, Taor. Jangan menyerah!”&lt;br /&gt;Memang kami begitu berbeda, kalau mencoba membandingkan kami berdua, seperti ‘brown coffee’ dan ‘black coffee’. Bang Yerry yang coklat, aku yang hitam. Brown coffee diminum untuk bersantai, kadang dalam bentuk three in one, plus susu dan gula. Benar-benar disukai, memberikan pengaruh sedikit demi sedikit. Brown coffee (apalagi cappuccino) bahkan bisa diminum bergelas-gelas setiap hari. Sensasi yang diberikannya benar-benar indah, apalagi dalam suasana dingin, hujan. Benar-benar menambah akrab dan hangat suasana. Inspirasi brown coffee bahkan membuat pena penulis menari-nari, membangkitkan potensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan black coffee? Penikmatnya jarang, saya pun bukan salah satunya. Rasanya yang pahit, sebanding dengan kehitamannya yang pekat. Saya pernah menikmati coffee latte di salah satu café did ago. Pagi-pagi, sambil ber- hot spot ria, saya asal pesan saja. Padahal pelayannya sudah memperingatkan. Alhasil hadirlah kopi dengan cangkir maha kecil yang Cuma terisi setengah. Pahit minta ampun, semua saraf di kepala saya seperti menegang. Katanya itu biangnya kopi, diminum sedikit-sedikit. Saya teringat pada ‘oppung doli’ yang menghabiskan kopi pahit yang dibuat pagi hari, baru pada sore hari. Tapi dampaknya, itu tadi: ‘KESADARAN TOTAL’. Secangkir kopi pahit akan memuluskan selesainya pekerjaan satpam jaga malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang lebih suka menjadi brown coffee; cappuccino. Tapi, sepertinya saya harus tahu diri, saya ini black coffee; kopi pahit. Saya masih berharap beberapa tahun kedepan akan bertemu kembali dengan anak-anak rohani saya yang menyambut saya dengan antusias, senyum, dan pengakuan betapa hidupnya berubah karena pekerjaan Yuhan melalui pelayanan saya sewaktu dia kuliah dahulu. Tetapi seandainya itu tidak terjadi pun, saya harus mengucap syukur atas beberapa syaraf kendur yang kemudian menegang; atas otak tumpul yang menjadi tajam; atas KESADARAN TOTAL yang mereka alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutuk “menjadi berguna, cukuplah!” kelihatannya akan menjadi salib yang harus saya pikul tiap-tiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERIMA KASIH BANG YERRY, TERIMA KASIH SUDAH MENJADI ‘BROWN COFFEE’ BAGI KAMI!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--TAGESI&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-2711681985839843736?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/2711681985839843736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=2711681985839843736' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/2711681985839843736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/2711681985839843736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/antara-black-coffee-dan-brown-coffee.html' title='Antara Black Coffee dan Brown Coffee; Antara Yerry Makarawung dan Taor Geovanny'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-8900648796502966869</id><published>2010-04-08T20:20:00.001-07:00</published><updated>2010-04-08T20:26:23.330-07:00</updated><title type='text'>ARTI USIA 27 BAGIKU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;input id="post_form_id" name="post_form_id" value="cce1caed3e9dbfd71bb166807186b980" autocomplete="off" type="hidden"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Monday, January 25, 2010 at 7:48am&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/taor-geovanny-siahaan/arti-usia-27-bagiku/271150350682#" onclick="ask_delete_note(271150350682, 'note_271150350682', 10,1554948156,'ARTI USIA 27 BAGIKU','/note.php?note_id=271150350682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Aku membuat sebuah catatan dengan judul 'things to do before 27' pada tahun 2005 yang lalu, tepatnya sudah lima tahun berjalan. KEmarin ketika ada kesempatan membukanya kembali, hanya dua dari tujuh mimpi yang menjadi kenyataan. Lima lainnya dibungkus dalam dua itu; artinya ketidak- terwujudan kelima yang lain sangat banyak karena sumbangsih mimpi pertama dan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah manusia, tidak mengetahui apa yang diinginkannya, tidak melihat jauh kedepan, dan tidak mampu mengatur hidupnya. Dengan semangat yang sama, setiap orang merangkai keinginannya seolah dia lah orang bijaksana yang bisa mengatur seluruh jalan-jalan hidupnya. Aku mengerti sekarang, karena dulu pernah menuliskan keinginanku, sehingga jelas bagiku, 'sekaliber apa otakku' dan 'sehebat apa diriku'. NOL BESAR; ibarat kate (meminjam istilah BEnyamin S. di pelem si DOEL): merangkai rencana untuk menghabisi nyawa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, aku menginginkan sudah menikah di usia 27; KESAMPAIAN. Embel-embel harus dengan cewek cakep yang cakap, pun kesampaian. Padahal modal untuk itu nihil (bukan modal uang maksudku, itu bisa dicari.. modal lain, yang kalo kalian lihat foto nikah kami, kalian pastilah tahu. tapi t-s-t lah kita. tidak usah digembar gemborkan, karena tanpa itu semua orang pun pasti sadar). Aku meletakkan pilihan bijak dan tepat, apalagi ternyata mimpi pertama ini menjadi syarat yang harus terpenuhi untuk menjalani mimpi kedua: MENJADI PELAYAN. Kesampaian juga; sekarang aku menjadi (hampir) pelayan di salah satu lembaga misi untuk mahasiswa. Dan setelah menjalani lebih dari empat tahun hidup sebagai staf di lembaga itu, 3 bulan pertama dari tahun kelima terasa berbeda. Kehadiran istri memberikan penguatan yang membuat aku lepas dari 'keinginan-keinginan memberontak'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bayangkan, seandainya saja aku belum menikah, atau menikah dengan orang yang kurang tepat, akan beda ceritanya. Setiap hari akan berubah menjadi keluhan-keluhan yang tak terucapkan, menyalahkan diri, dan orang lain (ini akan lebih banyak), dan menjalani hari-hari tak ubahnya sebagai tahanan kehidupan. Bersyukur, mimpi pertama ku masih sejalan dengan yang ke dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi malang nasibnya mimpi-mimpi seterusnya, aku mulai melihat hal-hal yang secara natural diam di hatiku, sebagai (waktu itu) lulusan baru yang penuh ambisi. Aset, sekolah lanjut, keliling eropa, dan dua mimpi lain yang terlalu memalukan untuk ditampilkan. Bagaimana mungkin, seorang 'pelayan' yang bahkan tidak pernah menerima gaji sejak tahun pertamanya 'bekerja' mencurahkan tenaga dan waktunya untuk mimpi-mimpi seperti itu? Untuk hidup sampai saat ini saja adalah kasih karunia. Kebahagiaan yang dicapai sungguh tidak terbayar, bahkan tanpa mimpi-mimpi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, kebahagiaan itu telah bergeser. Kupikir dulu, tidak ada yang lebih membahagiakan ketimbang meraih PhD di usia ini. Itu akan menjadi pencapaian fenomenal untuk ukuran seorang anak siantar (TOZAI tepatnya. setengah orang siantar bahkan meragukan tozai sebagai bagian dari 'kota' siantar. ckckckckck..) dan membawa ku kepuncak kebahagiaan. Tapi ternyata, ucapan 'aku mencintaimu, dengan setulus hatiku' dari istri sendiri (bukan istri orang) justru di saat-saat terberat dalam hidup telah menjadi kebahagiaan yang jauh lebih bernilai. Takkan aku tukar, dengan PhD dari HARVARD sekalipun. Akan terdengar klise, bila belum mendengar kisahku, tapi akan lebih klise bila kisah itu kuceritakan di catatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, kebahagiaan pun aku gambarkan dengan menerima karangan bunga ketika mendarat di bandara suatu negara, untuk mengajar beberapa sesi disana. Tapi (semoga aku berhasil tidak melebih-lebihkan kisah ini) semuanya luluh ketika sabtu kemarin, di sebuah ruangan kecil, diantara beberapa mahasiswa, aku menerima 'kado ulang tahun' dengan pita coklat. bukan kado nya, tetapi mahasiswanya, telah membuat aku hampir meneteskan air mata. Semoga kado itu berarti, mereka sedang memberi sedikit 'penghormatan' kepada seorang staf muda yang eksentrik, yang telah mengacaukan hidup mereka dengan teriakan-teriakan. Dan itu juga adalah kebahagiaan puncak bagiku. Tania tahu (karena memang dia tahu) betapa bahagianya aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti usia 27 bagiku adalah: bersyukur, berdoa, dan berharap (meminjam kalimat mantan ketua komunitas mawar merah..); bersyukur untuk semua hal yang telah dijadikannya bagiku (melebihi yang bisa kurangkai), berdoa untuk orang-orang terkasih yang Tuhan ijinkan mengelilingi ku, dan berharap agar sisa hidupku benar-benar bisa memberi arti kepada istriku, anakku, mama dan adik-adikku, keluarga besarku, sahabat-sahabatku, anak-anak rohaniku, bangsaku bangsa batak, negaraku Indonesia, Gereja Tuhan ku, orang-orang yang belum kukenal namun masih akan menambah deretan nama di hidupku, dan akhirnya TUHAN ku dipermuliakan lewat semuanya itu. Lihat, betapa panjangnya daftar ini, dan betapa singkatnya waktu-waktu yang tersedia, dan semakin sadarlah aku, betapa sia-sianya jika hidup singkat yang kumiliki harus dihabiskan dengan pencarian terhadap mimpi-mimpi yang dulu kumiliki. Mereka tidak butuh orang kaya, orang bertitel s3, orang yang punya pengalaman keliling dunia, untuk memberi sedikit kenangan bagi hidup mereka. Entah pula, justru semuanya itu malah membuat aku yang menjadi pusat perhatian dan menuntut sesuatu dari semua..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-8900648796502966869?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/8900648796502966869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=8900648796502966869' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/8900648796502966869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/8900648796502966869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/arti-usia-27-bagiku.html' title='ARTI USIA 27 BAGIKU'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-1553409586764997524</id><published>2010-04-08T20:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T20:24:44.177-07:00</updated><title type='text'>OLD THINERS NEVER DIE; THEY ARE JUST MOVING</title><content type='html'>&lt;input id="post_form_id" name="post_form_id" value="cce1caed3e9dbfd71bb166807186b980" autocomplete="off" type="hidden"&gt;&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Thursday, February 4, 2010 at 7:46am &lt;span class="pipe"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/taor-geovanny-siahaan/old-thiners-never-die-they-are-just-moving/287780405682#" onclick="ask_delete_note(287780405682, 'note_287780405682', 10,1554948156,'OLD THINERS NEVER DIE; THEY ARE JUST MOVING','/note.php?note_id=287780405682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;THINERS is name of  group of leaders (18) in LPMI (CCC) BANDUNG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next saturday will be a difficult day to be faced. I will let my great leaders out from our circle. They will leave their position to be continued by their sipiritual generative. They must pass the torch on. Sadly, they are leaving us. Half of them will continue their mission in a different world. Since this is their final year, a real world outside are waiting for them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For about a year, they have been battling hard for the succesful story of a project named movements everywhere. I did not mean that they have built us a real movements everywhere building directly infront of our eyes; also i did not mean that Bandung or ITB has been saturated. The main goal is still far from what we have done. But, they are all proving the world that the spiritual journey of movements everywhere is really excist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Movements everywhere is not an utopian dream that it may not be reached, but it's not a cheap one that can be reached easily. It is a giant mountain, a huge valley; it is a top mountain on Himalaya which can only be conquered by Everest. On building movements everywhere, what we need best are leaders. More Everest will be able not only for reaching the top mountain, but also for moving those mountains right to the middle of the Pacific Ocean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And believe it or not, those kind of leaders are emerging and ready to be blossoming, here right now in our base. They are not perfect, even sometimes they are lazy, quick to response, mad of so many responsibilities, late to multiply, and not so obidient; but they are surely leaders. They know what to do and how to do it by their own conceptual pattern; they have wisdom; they have compassion; and they take upon to say 'forgive me, I was wrong'. It is really a huge blessing to be their co-journer for almost three years. I can only share a little bit of my dream, life, and friendship; and put it on their shoulders.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, fine, you may go now! But remember of praying for us; and keep on our journey for a lifetime, to make this world awake, to change every community which you are in as a part of them, and to show them that you have dream as a big picture of every simple thing you do.&lt;br /&gt;Please, make my life worthy by every story that I hear about you from outside! Because deep inside my heart, I admit that you are valued ten times better than me!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-1553409586764997524?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/1553409586764997524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=1553409586764997524' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/1553409586764997524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/1553409586764997524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/old-thiners-never-die-they-are-just.html' title='OLD THINERS NEVER DIE; THEY ARE JUST MOVING'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-8287993078951825694</id><published>2010-04-08T19:59:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T20:13:15.667-07:00</updated><title type='text'>Penghargaan Presiden Kepada Dua Putera-Puteri Terbaik Bangsa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;input id="post_form_id" name="post_form_id" value="cce1caed3e9dbfd71bb166807186b980" autocomplete="off" type="hidden"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Friday, March 5, 2010 at 9:20am &lt;span class="pipe"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/taor-geovanny-siahaan/penghargaan-presiden-kepada-dua-putera-puteri-terbaik-bangsa/344144045682#" onclick="ask_delete_note(344144045682, 'note_344144045682', 10,1554948156,'Penghargaan Presiden Kepada Dua Putera-Puteri Terbaik Bangsa','/note.php?note_id=344144045682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Dicaci maki di Pansus Century, foto nya di sobek-sobek di setiap demo, dan di usulkan untuk turun dari jabatannya; Namun kemarin diangkat setinggi-tingginya oleh Presiden sebagai Pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa SBY, kesetiakawanan nya sungguh mengagumkan kepada dua 'anak buah' nya itu. Mengakui dan menegaskan dukungan penuh bagi dua pejabat negara yang sedang menjadi daftar teratas untuk dilengserkan oleh beberapa partai politik, bagi saya adalah keberanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang bingung dengan masalah century ini, mendengar SBY, Mulyani, dan Boediono menjelaskan kebijakan mereka, bagi ku sah-sah aja. Walaupun penjelasan pak Gie, beberapa ekonom dan politikus memperjelas bagi saya bahwa ada yang salah (dalam prosesnya). Tapi tetap saja, dalam tataran kebijakan, saya setuju bahwa situasi krisis membuat semua hal tidak bisa dipikir secara lengkap dan sempurna. Setidaknya, dua hal yang saya pegang:&lt;br /&gt;1. Indonesia lepas dari krisis&lt;br /&gt;2. Aliran dana ke Demokrat tidak terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, sejak awal absurd melihat PKS yang sok jumawa sebagai partai penting di awal Pilpres kemarin. Keinginan mereka menempatkan mantan ketua MPR itu sebagai CAWAPRES, begitu menggelikan. Mereka tak paham, bahwa rakyat lewat pemilu sudah menunjukkan keinginan politiknya: bukan pada PKS (yang lewat atraksi politiknya seolah-olah akan menjadi partai terbesar). Tidak sampai 10% yang memilih PKS. Tapi, dalam setiap pernyataannya seolah-olah mengatas namakan rakyat. Golkar pun sama saja, masuknya mereka ke dalam koalisi, menunjukkan sikap oportunis nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pidato presiden kemarin, sedikit banyak berhasil (setidaknya bagi saya) untuk memperbaiki citra SBY. Bersikukuh bahwa kebijakan bailout adalah benar, menunjukkan konsistensi. Dan memang, saya heran mengapa kebijakan bisa diadili sebegitu rupa. Kalau gara-gara bail out lantas Boediono harus turun, maka mengapa tidak sikap kekanak-kanakan anggota DPR harusnya menjadi alasan yang cukup untuk menyimpulkan bahwa banyak dari mereka yang tidak layak duduk di kursi terhormat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan orang demokrat; bukan pula pendukung SBY. Tapi bagi saya, SBY adalah presiden sampai 5 tahun ke depan. Kalau dia korupsi, atau selingkuh, atau terlibat penjualan pulau, barulah kita beramai-ramai menurunkan dia dari kursi kepresidenan. Tapi, saya pikir absurd sekali meneriakkan penurunan dirinya dan wakilnya, gara-gara ekonomi yang tidak kunjung membaik, atau masalah apapun yang berhubungan dengan prestasi. Bagi saya, sekalipun akhirnya terbukti, SBY bukan presiden yang berhasil, dan tidak banyak kemajuan dalam pemerintahannya, tetap saja dia presiden. Boleh saja ada yang berdemo siang dan malam (kalau malam diijinkan) di Istana, dan teriak-teriak protes di seluruh media, itu hanya untuk memperingatkan dia agar bekerja lebih baik. BUKAN MENURUNKAN SEORANG PRESIDEN!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY sudah terpilih, ya sudahlah!! artinya, pintar atau tidak, berhasil atau tidak, dia presiden kita sampai 2014. Kalo kurang, ya di kritik, bahkan kalo bisa (pasti ga bisa) dibantu; bukan disuruh turun. Faktanya, rakyat yang memilih 2 kali lebih banyak dibandung konstituen masing-masing partai yang sok ribut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia belum maju, masih banyak yang krang, pemerintah harus sadar itu!! Maka doakan dan dukunglah mereka untuk bekerja smpai 2014. Kalau tidak berhasil, jangan pilih lagi..&lt;br /&gt;Memang, kasihan bangsa ini kalau sampai 2014 kita tidak bergerak maju.. Tapi, segitunya kah?&lt;br /&gt;Fakta mengatakan, lebih banyak kerugian negara gara-gara Pansus Century dibanding bail out itu sendiri. Walaupun, saya setuju: kebenaran harus ditegakkan walaupun garganya mahal.&lt;br /&gt;Tapi janganlah di mahal-mahal in.. Sehingga masalah dibuat ribet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang mereka pikir, berapa biaya menurunkan dan menaikkan lagi seorang presiden?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi: Dari awal saya tahu bahwa Ibu Mulyani dan pak Boediono masihlah salah satu ekonom terbaik bangsa ini. Fakta bahwa Indonesia selamat dari krisis, adalah pula prestasi mereka. Penghargaan presiden tadi mlam, sudah layak dan sepantasnya (terpisah dari kesalahan-kesalahan di Century).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal saya suka pak JK tetap sebagai WaPres, dan Boediono di BI atau di kementrian. TApi kalau sudah begini, mau apa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, Boediono dan Mulyani masih putra terbaik bangsa ini; atau setidak-tidaknya lebih baik dari Akbar nya Hanura, Fahri nya PKS, atau Bambang nya Golkar. Mungkin Lebih baik juga dibanding Ara atau Sudjatmiko nya PDI-P.. Menurut kacamata saya, yang harganya cuma 250 rb.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-8287993078951825694?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/8287993078951825694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=8287993078951825694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/8287993078951825694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/8287993078951825694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/penghargaan-presiden-kepada-dua-putera.html' title='Penghargaan Presiden Kepada Dua Putera-Puteri Terbaik Bangsa'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-9078402748333483994</id><published>2010-04-08T19:49:00.003-07:00</published><updated>2010-04-08T19:57:20.843-07:00</updated><title type='text'>Proses Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;input id="post_form_id" name="post_form_id" value="cce1caed3e9dbfd71bb166807186b980" autocomplete="off" type="hidden"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;div class="note_title"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="share_and_hide clearfix"&gt;&lt;a class="share share_a" title="Send this to friends or post it on your profile." href="http://www.facebook.com/ajax/share_dialog.php?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=1554948156&amp;amp;p[]=344237160682" rel="dialog"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Friday, March 5, 2010 at 9:35am &lt;span class="pipe"&gt;|&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/taor-geovanny-siahaan/proses-pembelajaran/344237160682#" onclick="ask_delete_note(344237160682, 'note_344237160682', 10,1554948156,'Proses Pembelajaran','/note.php?note_id=344237160682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt;&lt;br /&gt;“Intellectual growth should commence at birth and cease only at death”&lt;br /&gt;Sapa lagi yang ngomong gitu kecuali Oppung Albert Einstein Siahaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku orang yang memegang Roma 12: 2 (.. tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu..) sebagai jalan utama hidupku sebagai manusia Allah. Bagiku, pertumbuhan intelektual sejalan dengan pertumbuhan iman; sangat mustahil bagi seseorang yang tidak berkembang secara pengetahuan/pengenalan akan Tuhan untuk semakin menikmati pertumbuhan rohani. Okey, pengetahuan disini bolehlah empiris (berdasar pengalaman), tetapi tetap aja perubahan menuntut adanya proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk belajar ini, guru formal bukanlah sarana satu-satunya; ada juga buku, internet, cerita, pengalaman diri sendiri, dan kotbah (Minggu atau Sabtu atau Senin). Tapi bagi ku, belajar paling efektif adalah dengan menjadikan semua orang di sekitar ku menjadi guru. Mereka layak bisa menjadi guru, bahkan bagi ku, mereka layak, sangat layak menjadi guru. Aku berani mengklaim, proses pembelajaranku lebih dari 50% dihasilkan dari mendalami dan menghargai hidup para 'guru' ku. Belajar dari keberhasilan dan kegagalan mereka; belajar dari gaya hidupnya; mengamati cara berbicara dan mendengar mereka; melihat respon mereka terhadap 'nasib' diri; dan tertegun akan sikap mereka memaknai hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupa-rupanya itulah gaya ku belajar. Menjadikan siapa saja menjadi guru; dan menjadi guru bagi siapa saja. Semua menarik dalam pengamatanku; walaupun itu sekadar gaya pengamen ketika menerima 'sedekah'. Pengamen yang berdoa bagi ku setiap kali aku memberi 'hanya' koin lima ratus rupiah, menyadarkan ku, betapa berharganya jumlah itu bagi mereka. Lima ratus rupiah yang mereka terima, dibalas dengan doa bagi mereka yang memberi, dengan ucapan "Tuhan membuat selamat perjalanmu". Wah, bagi saya yang sadar betapa berharganya doa yang terucap untuk orang lain (apalagi untuk orang yang tidak dikenal), sadar bahwa pemberian ibu-ibu tua itu sebenarnya lebih banyak dibanding pemberianku. seharusnya aku perlu berterima kasih lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu sadar, bahwa tiap orang diciptakan untuk menjadi kepingan puzzel bagi orang lain. Bahwa pembelajaran hidup dan proses menuju kedewasaan orang itu tidak akan sempurna tanpa kita. Belajar sesuatu dari siapa saja ibarat menyelesaikan keping demi keping puzzel, sampai kepada suatu gambar yang utuh. Satu keping puzzel saja, akan mengurangi keutuhan gambar besarnya. Di sisi yang lain, menyediakan diri kita menjadi guru bagi orang lain, sebenarnya harus dimaknai sebagai tawaran bantuan sekeping (atau bahkan beberapa keping sekaligus) puzzel bagi gambaran yang utuh akan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaknai hidup sebagai proses pembelajaran membawa kita pada kebenaran lain, bahwa dunia ini hanya sekolah. Belajar dan ujian adalah bagian utama hidup, sampai kita dinyatakan lulus, dan diberi pekerjaan besar di SANA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai memutih rambutmu, kamu adalah murid bagi siapa saja; sampai saat kematiaanmu, kamu adalah guru bagi siapa saja. Selalu saja ada yang dipelajari dari siapapun; selalu saja ada yang kamu punya untuk diajarkan pada siapapun. Dan semoga, apa yang kita pelajari dan ajarkan; semuanya adalah yang baik dan bernilai kekekalan. Karena hanya yang kekal yang berlaku di KEKEKALAN..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menjadi murid; selamat menjadi guru: asal jangan menggurui.. =) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To God Be The Glory!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-9078402748333483994?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/9078402748333483994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=9078402748333483994' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/9078402748333483994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/9078402748333483994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/proses-pembelajaran.html' title='Proses Pembelajaran'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-7676276985407903588</id><published>2010-04-08T19:49:00.001-07:00</published><updated>2010-04-08T19:55:43.435-07:00</updated><title type='text'>HIDUP YANG MENGINSPIRASI ITU APA</title><content type='html'>&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;div class="note_title"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Thursday, March 11, 2010 at 2:47pm&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/taor-geovanny-siahaan/hidup-yang-menginspirasi-itu-apa/358521970682#" onclick="ask_delete_note(358521970682, 'note_358521970682', 10,1554948156,'HIDUP YANG MENGINSPIRASI ITU APA?','/note.php?note_id=358521970682', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;Kadang-kadang aku bertanya-tanya juga, kira-kira hidup seperti apa yang benar-benar menginspirasi?&lt;br /&gt;Untuk menjawabnya, aku membaca beberapa buku, buku yang baru saja aku baca, judulnya "SE7EN HEROES" oleh Andy Noya. Isinya, 7 orang yang dianggap hidup sebagai pahlawan. Berbeda profesi, daerah, namun punya kesamaan: (menurut Andy) sama-sama punya kekurangan dan sama-sama punya hidup yang menginspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi, ada pesan yang masuk ke inbox ku, isinya, "...Bang, terima-kasih sudah menginspirasi hidupku..." Heran juga aku, hidup seperti begini sudah bisa menginspirasi orang lain. Padahal, pengen rasanya seperti seorang figur, begitu menginspirasi. Gaya nya berdiri saja, bisa kueksposisi panjang lebar, dan membuat aku terkagum-kagum. Kalau berada di dekatnya, begitu merasa inferior. Aku jadi mikir, kalau saja si adik mahasiswa (mm, maaf ya de! =)) yang kirim pesan ke inbox ku itu berkesempatan ketemu dengan inspirator yang aku ceritakan tadi, bagaimana lagi? Ah, tapi kenapa ketemunya dengan aku ya? Kasihan dia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi buku yang baru ku baca, "Leadership the Challenge"&lt;br /&gt;Di buku itu dituliskan, "Jangan pernah meremehkan pentingnya menghargai setiap kesempatan bertemu dengan orang lain! Di saat-saat itu selalu terselip 'kesempatan emas' untuk mengubah hidupnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi yakin, tidak ada pribadi yang terlalu malang, sampai-sampai tidak punya peluang dan kemampuan untuk menginspirasi hidup orang lain. Yang ada hanyalah orang-orang bodoh, yang walaupun diberikan seribu kesempatan untuk menginspirasi dunia, selalu dibuang percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar indah, kalau setiap kita bertemu orang lain, yang menjadi tujuan utama kita adalah, "menginspirasi hidupnya".&lt;br /&gt;BAgaimana caranya? Selalu mentok di sini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusikanlah!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-7676276985407903588?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/7676276985407903588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=7676276985407903588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7676276985407903588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7676276985407903588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/hidup-yang-menginspirasi-itu-apa_08.html' title='HIDUP YANG MENGINSPIRASI ITU APA'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-6371789006531893598</id><published>2010-04-08T19:42:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T19:44:53.566-07:00</updated><title type='text'>BUKTI DARI KASIH KARUNIA ADALAH HIDUP YANG BERMAKNA</title><content type='html'>&lt;input id="post_form_id" name="post_form_id" value="cce1caed3e9dbfd71bb166807186b980" autocomplete="off" type="hidden"&gt;&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;div class="note_title"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="share_and_hide clearfix"&gt;&lt;a class="share share_a" title="Send this to friends or post it on your profile." href="http://www.facebook.com/ajax/share_dialog.php?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=1554948156&amp;amp;p[]=381972620682" rel="dialog"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Tue at 6:30pm &lt;span class="pipe"&gt;|&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/editnote.php?note_id=381972620682"&gt;Edit Note&lt;/a&gt; &lt;span class="pipe"&gt;|&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/taor-geovanny-siahaan/bukti-dari-kasih-karunia-adalah-hidup-yang-bermakna/381972620682#" onclick="ask_delete_note(381972620682, 'note_381972620682', 10,1554948156,'BUKTI DARI KASIH KARUNIA ADALAH HIDUP YANG BERMAKNA','/note.php?note_id=381972620682', 0); return false;"&gt;Delete&lt;/a&gt;&lt;div class="mobile_note"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;Saya sedang terkagum kagum dengan 1 lagu; 'semua karna cinta' (bukan penyanyinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. Hendy Vernando (papaku, heran keren bgt namanya) pernah berkata:&lt;br /&gt;"Nasi goreng itu ada yg dijual dipinggir jalan dan direstaurant. Tp nasi goreng terenak sedunia itu ada disini, dirmh kita, buatan mamamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan papa? simpel, krn mama memasak dgn cinta. Pdhl, bumbunya cuma bawang, ketumbar, dan kecap manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpikir, jika ada cinta di hati kita, sesederhana apapun hidup kita, akan manis terasa, bagi org lain.&lt;br /&gt;;)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-6371789006531893598?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/6371789006531893598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=6371789006531893598' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/6371789006531893598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/6371789006531893598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/bukti-dari-kasih-karunia-adalah-hidup.html' title='BUKTI DARI KASIH KARUNIA ADALAH HIDUP YANG BERMAKNA'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-5367234648888596337</id><published>2010-04-08T19:40:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T19:41:48.444-07:00</updated><title type='text'>KEJAM</title><content type='html'>&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Wednesday, March 24, 2010 at 1:50pm &lt;span class="pipe"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&amp;amp;ref=profile&amp;amp;id=1554948156#" onclick="ask_delete_note(378702470682, 'note_378702470682', 10,1554948156,'KEJAM','/note.php?note_id=378702470682\x261\x26index=1', 0); return false;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;Sajak ini saya kutip dari buku nya John Stott (Isu-isu Global), judulnya saya berikan sendiri.&lt;br /&gt;Ceritanya, ada seorang perempuan malang yang tidak punya tempat berteduh, melapor kepada pendeta akan kondisinya, namun dengan mimik tulus dan serius, namun terlalu sibuk untuk langsung membantu, pendeta itu berjanji akan mendoakannya. Dengan sangat kecewa, perempuan itu meninggalkan gereja, dan menuliskan sajak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap sajak ini seolah-olah di serukan ke telinga kita, oleh 'dunia' yang gemetar kelaparan, kedinginan, dan penuh harap menantikan kasih nyata kita.&lt;br /&gt;Sajak ini, bagi saya adalah cerminan, betapa terkadang keberagamaan ku bukan menjadi berkat, malah batu sandungan bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kelaparan,&lt;br /&gt;         dan anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terpenjara,&lt;br /&gt;         dan anda menyelinap ke kapel anda untuk berdoa bagi kebebasan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telanjang,&lt;br /&gt;         dan anda mempertanyakan dalam hati akan kelayakan penampilan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sakit,&lt;br /&gt;         dan anda berlutut menaikkan syukur kepada Allah atas kesehatan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak mempunyai tempat berteduh,&lt;br /&gt;         dan anda berkotbah kepada saya tentang kasih Allah sebagai tempat berteduh spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kesepian,&lt;br /&gt;         dan anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah.&lt;br /&gt;         TApi saya tetap amat lapar -dan kesepian- dan kedinginan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-5367234648888596337?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/5367234648888596337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=5367234648888596337' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/5367234648888596337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/5367234648888596337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/kejam.html' title='KEJAM'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-4453934818771137922</id><published>2010-04-08T19:32:00.001-07:00</published><updated>2010-04-08T19:39:41.234-07:00</updated><title type='text'>DIA ADALAH TUHAN ALAM SEMESTA; BUKAN HANYA  TUHAN GEREJA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt; Wednesday, March 24, 2010 at 1:26pm &lt;span class="pipe"&gt;|&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/editnote.php?note_id=378689015682"&gt;Edit Note&lt;/a&gt; &lt;span class="pipe"&gt;|&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&amp;amp;ref=profile&amp;amp;id=1554948156#" onclick="ask_delete_note(378689015682, 'note_378689015682', 10,1554948156,'DIA ADALAH ALLAH ALAM SEMESTA; BUKAN ALLAH GEREJA','/note.php?note_id=378689015682\x261\x26index=2', 0); return false;"&gt;Delete&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Sudah lama hatiku risau melihat semakin tenggelamnya iman kepada dua ekstrem. Ekstrem ini nyata pada dua sikap: LArut atau terpisah.. Ibarat minyak dan air dalam gentongan dibanding dengan segelas teh manis dingin.&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Justify Full" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan yang kita sembah adalah pencipta alam semesta, DIA bekerja penuh kuasa dengan cakupan semesta. Mata NYA menjelajah ke seluruh bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mzm133: 4-15&lt;br /&gt;Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. 5 Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN. 6 Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya. 7 Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan, Ia menaruh samudera raya ke dalam wadah. 8 Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia! 9 Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada. 10 TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; 11 tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun. 12 Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri! 13 TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia; 14 dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi. 15 Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa, TUHAN yang kita sembah bukanlah penguasa yang duduk-duduk di tahtanya, TUHAN yang kita puja bukanlah TUHAN yang senang dan ngiler hanya pada puja-puji penyembahan kita, DIA bukanlah sekedar penikmat 'ritual persembahan'. DIA BEKERJA.. DIA masih bekerja, dan pekerjaan nya bukanlah terbatas pada 'penyembah-penyembah'; apa yang dilakukanNYA bukanlah kompensasi dari sesajen yang diberikan kepada NYA. DIA menilik semua penduduk bumi, dan mengerjakan yang baik di tengah-tengah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mzm146: 7-9&lt;br /&gt;Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya, 7 yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, 8 TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. 9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. 10 TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN kita ada di tengah-tengah bangsa, di tengah-tengah umatNYA, bekerja di antara miliaran manusia. DIA tidak meringkuk di balik altar gereja. DIA tidak berpangku tangan di atas ketidak adilan yang menganga. Meskipun semua yang terjadi menyusahkan pikiran NYA, memedihkan hati NYA, dan memisahkan NYA dari ciptaan NYA, karya NYA, wujud kasih NYA, cermin kemuliaan NYA. Bahkan karena kepedihan hati NYA itulah, IA turun menjadi manusia, merelakan nyawa di atas kayu salib, dan bangkit dengan kemenangan. Kemenangan yang memberi kita kuasa, kuasa yang dapat mengubah hati bangsa-bangsa, yang menjadi jawaban bagi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelas, TUHAN yang (aku) kita sembah, tidak senang berada lama-lama di gereja, DIA tidak suka berbasa-basi di persekutuan-persekutuan, DIA enggan melawat orang-orang 'suci' yang membahas kitab-kitabNYA dengan mulut berbuih namun tanpa aksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN yang (aku) kita sembah, adalah TUHAN yang malu melihat tingkah kaum munafik yang 'berjuang membela tuhan'. TUHAN yang mana? Sedang TUHAN yang mereka bela, menyingsingkan lengan jubah NYA, turun tangan membela kaum lemah, bekerja sambil menangis membalut tubuh penuh luka dari ciptaan NYA, yang di bom, di rajam, di pukul, dan di bakar, atas nama agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN yang (aku) kita sembah, mungkin sedang bekerja sendiri menyemangati dosen dan guru di&lt;br /&gt;gedung-gedung kampus dan sekolah, berlari kesana kemari di kantor-kantor pemerintah, mengunjungi satu persatu tempat tidur di rumah-rumah sakit, berlutut melerai di medan-medan pertempuran. dan berteriak-teriak akan kejujuran di perusahaan-perusahaan, dan mengelus-elus dada mendengar teriakan dan makian di Senayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIA tidak lagi nyaman berada di gereja, DIA tidak lagi tersenyum melihat kantong-kantong persembahan yang terkumpul. TUHAN, YA TUHAN MUAK MENDENGAR DOA-DOA DAN NYANYIAN KITA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIA menangis, karena selagi kita berkumpul, tidak ada gereja di kantor-kantor, tidak ada gereja di sekolah dan kampus, tidak ada gereja di pasar, tidak ada gereja di gedung-gedung pemerintah. Penyembah-penyembah TUHAN merasa bahwa TUHAN nya cukup puas akan ayat hafalan, dan tersenyum akan ktp nya yang berlabel kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN yang kita sembah sedang susah hati, DIA memanggil bahkan meneriakkan nama kita:&lt;br /&gt;“KAMU ADALAH GARAM DUNIA… KAMU ADALAH TERANG DUNIA… AKU ADALAH ALLAH SEMESTA… TOLONG, BANGKITLAH! JANGAN PERMALUKAN NAMAKU, DENGAN TERUS MENERIAKKANNYA BERIRINGAN DENGAN TERIAKAN MEREKA YANG KELAPARAN, KEHILANGAN HARAPAN, DAN MAKIAN-MAKIAN KEPADA PENYEMBAH TUHAN”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN kita TUHAN alam semesta, DIA merindukan pengenalan akan DIA menyelubungi seluruh bumi, bukan menyelubungi gereja. DIA ingin penyembah-penyembahnya menjadi agen kasih, agen kebenaran, dan pembela keadilan di setiap bidang profesi, di setiap sudut jalan, di setiap gedung, dan menjadi pembawa perubahan di mana saja dia TUHAN tempatkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-4453934818771137922?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/4453934818771137922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=4453934818771137922' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/4453934818771137922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/4453934818771137922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2010/04/dia-adalah-tuhan-alam-semesta-bukan_08.html' title='DIA ADALAH TUHAN ALAM SEMESTA; BUKAN HANYA  TUHAN GEREJA'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-8368071980428248646</id><published>2008-11-11T04:26:00.001-08:00</published><updated>2008-11-11T04:30:11.269-08:00</updated><title type='text'>SEBUAH PENGAKUAN</title><content type='html'>Ego ku yang pongah itu&lt;br /&gt;yang menghadapi dunia dengan dada terbusung&lt;br /&gt;yang memukul remuk tengkuk lawannya&lt;br /&gt;dan semua kepala meringkuk seperti terdakwa&lt;br /&gt;bila berhadapan muka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ego ku yang pongah itu,&lt;br /&gt;meleleh bak lilin terkena panas&lt;br /&gt;oleh kehangatan peluk mu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-8368071980428248646?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/8368071980428248646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=8368071980428248646' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/8368071980428248646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/8368071980428248646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2008/11/sebuah-pengakuan.html' title='SEBUAH PENGAKUAN'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-7367234792402340157</id><published>2008-11-11T04:20:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T04:26:21.595-08:00</updated><title type='text'>Melangkah Jauh</title><content type='html'>Suatu hari nanti..&lt;br /&gt;semua tangan bertepuk riuh&lt;br /&gt;dan aku menepuk-nepuk dadaku&lt;br /&gt;untuk sebuah perjalanan panjang&lt;br /&gt;tetapi aku malu dan tersadar&lt;br /&gt;Nie, semua mata ternyata tertuju padamu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-7367234792402340157?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/7367234792402340157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=7367234792402340157' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7367234792402340157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7367234792402340157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2008/11/melangkah-jauh.html' title='Melangkah Jauh'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-8178382736457337907</id><published>2008-05-13T22:55:00.000-07:00</published><updated>2008-05-14T01:05:59.721-07:00</updated><title type='text'>Oprah Winfrey Mengingkari Yesus</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Wow, penghujat-penghujat kekristenan pasti menyenangi hal ini. Oprah Winfrey, si Ratu Talk Show, sang pemurah yang menghabiskan dan mengusahakan banyak sekali dana untuk menolong orang miskin dan lemah di seluruh dunia, seorang wanita karimatik, yang terkenal karena 'hati' dan 'pikiran' humanis nya, mengingkari bahwa Yesus Kristus Putra Maria adalah satu-satunya jalan keselamatan..&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Oprah Winfrey yang 'berkiprah' di politik dengan dukungan penuh yang diberikannya kepada bakal calon Presiden AS dari partai Demokrat, Barrack Obama, dan terkenal dengan 'Oprah Show' nya, menjadi sangat berpengaruh di kalangan masyarakat menengah kebawah. Kebaikan hatinya sangat membekas di hati banyak orang di seluruh dunia. Pengakuannya yang eksplisit, di tengah-tengah show yang ditayangkan keseluruh dunia, dan ditonton oleh jutaan orang, dia menegaskan 'iman' -nya, menolak Yesus sebagai satu-satunya jalan keselamatan. Mengejutkan, karena semula banyak orang yang menduga bahwa Oprah adalah seorang Kristen yang taat. Bahasa-bahasanya menyejukkan. Tapi bagi saya, itu sesuatu yang sudah diduga. Oprah memang sangat mendalami Gerakan Zaman BAru (New Age Movement), dan menghabiskan banyak dana untuk gerakan tersebut. Bahkan dia membantu mempopulerkan film dan buku the Secret. Semula, saya sangat mengagumi Oprah, namanya saya catat dalam daftar orang-orang yang ingin saya temui. TEntu bukan karena imannya, dari awal saya tahu persis, siapa Oprah. Saya menaruh respek pada apa yang dilakukannya bagi kemanusiaan, kagum dengan kecerdasan bahasanya, dan kebesaran Talk show yang dikelolanya. Faktanya, dia sudah menolak Kristus, mau apa lagi? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mengidolakan seseorang yang begitu luar biasa, tanpa melihat agamanya adalah lumrah bagi saya, tak masalah. Tapi dalam kasus Oprah, menolak Ke -mesias-an Yesus, dengan tegas dan jelas keseluruh penjuru bumi, jelas telah sangat kontras berbeda dengan apa yang secara pribadi justru sedang saya kerjakan, memberitakan Injil. Dan ternyata, sekali lagi saya kalah dengan Oprah, dengan beberapa menit show, dia telah mengumandangkan iman-nya, hampir ke seluruh penjuru bumi. BAgaimana dengan saya, butuh berapa lama lagi agar Injil bisa disebarkan ke seluruh dunia? Saya berharap suatu saat ada sepuluh atau seratus orang yang berkapasitas sama seperti Oprah, meneriakkan dengan lebih lugas dan lantang, mewakili hati nya yang penuh kasih, dan mengikuti integritas serta karismanya yang begitu berpengaruh secara mendalam di jutaan hati, sekali lagi, meneriakkan dengan lugas dan lantang bahwa Yesus adalah TUHAN, dan percaya kepada-NYA adalah satu-satu nya jalan menuju hidup yang bebas dari hukuman dosa, dan berketumbuh di dalam kasih. Saya harap itu saya, atau murid-murid saya, atau saya dan murid-murid saya, bagi kemuliaan Allah Tri Tunggal.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berbicara tentang Oprah yang namanya terpatri mendalam di jutaan hati, berbicara tentang hidup yang berbuah. Namun ternyata, buah itu bukan dari pohon Anggur yang sama. Hidup yang berbuah memang adalah surat yang terbuka, kesaksian yang paling efektif, untuk memberitakan isi hati kita yang sebenarnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya masih kagum pada Oprah, masih ingin bertemu dia, namun dengan jujur mengatakan bahwa dia tidak memiliki nilai yang sama dengan yang saya miliki. Tadinya, saya tak pernah memiliki kerinduan menjadi orang besar, terkenal dan berpengaruh, seperti Oprah. Saya senantiasa mengerti, setiap orang memiliki bagian masing-masing, dan mungkin bagian saya adalah dipakai Tuhan membentuk orang besar, bukan menjadi orang besar. Tetapi dengan apa yang terjadi pada Oprah, hidupnya yang penuh 'nilai', sempat tergelitik hati saya untuk menjadi terkenal, berpengaruh, dan berpengaruh, seperti Oprah. Saya senantiasa mengerti, setiap orang memiliki bagian masing-masing, dan mungkin bagian saya adalah dipakai Tuhan membentuk orang besar, bukan menjadi orang besar. Tetapi dengan apa yang terjadi pada Oprah, hidupnya yang penuh 'nilai', sempat tergelitik hati saya untuk menjadi terkenal, berpengaruh, dan terpatri mendalam di jutaan hati, hidup yang sepenuhnya memberkati, dan kemudian berteriak lugas ke seluruh penjuru buli, bahwa Kristus adalah Allah, satu-satunya jalan menuju keselamatan. Agar seluruh bumi tahu, bahwa apa yang saya lakukan adalah karya- Nya, bukti kasih Nya, bagi kemuliaan -NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, perlukah menjadi besar untuk melakukan itu semua? Mungkin perlu, tetapi tidak harus menunggu 'besar' kan? Saya berpikir, Oprah telah digunakan dengan begitu 'powerfull' oleh Iblis(kalau memang bisa disebut demikian) atau orang-orang anti-Christ atau pemikiran/kebesaran/kesesatannya sendiri. Dia sungguh-sungguh menjadi peringatan bagi setiap orag yang mengaku Kristen, bahwa 'nilai' pun berusaha dikeluarkan tanpa Kristus. Jika yang ditawarkan oleh kekristenan adalah nilai, maka adakalanya 'nilai' yang ditawarkan oleh orang-orang seprti Oprah, justru lebih berkuasa, eyecatching, dan berkesan mendalam, ketimbang hidup orang-orang yang memiliki Kristus di dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita? Apa 'nilai' yang kita tawarkan bagi jutaan hati yang sedang menantinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oprah, thanks for giving us warning!&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-8178382736457337907?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/8178382736457337907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=8178382736457337907' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/8178382736457337907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/8178382736457337907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2008/05/oprah-winfrey-mengingkari-yesus.html' title='Oprah Winfrey Mengingkari Yesus'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-6382479281829303395</id><published>2008-05-08T22:38:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T23:11:00.997-07:00</updated><title type='text'>Dunia Berhenti Menangis</title><content type='html'>Saya menulis bagian ini di thailand, land of idolatry, saat acara makan siang.&lt;br /&gt;Seminggu ini, saya menuju suatu paradigma berpikir yang baru. Bill Lawrence dipakai Tuhan secara luar biasa mengubah kedegilan hati dari seorang taor, yang &lt;em&gt;ngakunya &lt;/em&gt;hamba Tuhan. Tentang kepemimpinan, semua menjadi sesuatu yang berbeda, sangat berbeda. Padahal, siapa yang tidak tahu kepemimpinan hamba? Bahkan taor yang ini, telah menulis, mengkhotbahkan dan mengajar banyak orang tentang topik 'hamba'. Sampai tahu bahasa Yunaninya pula, dan dengan semua itu, banyak yang mengambil keputusan baru, entah pertobatan, penyesalan, atau menjadi hamba Tuhan.&lt;br /&gt;Tapi apa yang saya pelajari? Tak banyak yang dapat saya tuliskan di sini, konfrensi masih berlangsung, lagipula makanan yang enak di sana belum saya sentuh (ehm, laper). Saya benar-benar berjanji pada diri sendiri untuk menuliskan sesuatu tentang apa yang saya dapatkan, segera setelah saya sampai di Bandung. Untuk sekarang, saya hanya ingin bisa bernapas saja dulu, terlalu penuh di dada, sesak, jadi harus dikeluarkan sedikit.&lt;br /&gt;Saya belajar tentang Salib, sekali lagi, saya merasa sudah pernah belajar, sudah mengerti, tetapi ternyata tidak. Seperti Simon Petrus yang sangat berkomitmen pada Yesus, saya menemukan bahwa saya tidak cukup memahami untuk apa saya dipanggil Tuhan. Senantiasa merasa bahwa Tuhan senang akan keberhasilan pelayanan saya, penyembahan saya (yang diartikan secara sempit menjadi sebatas 1-3 nyanyian melankolik di kebaktian), dan banyak oang yang saya bawa pada Kristus. Doa-doa dan tangisan saya untuk (wow keren sekali) jiwa-jiwa, seringkali menjadi bagian yang selalu berulang saya lakukan jika mengingat peristiwa salib. Mulia sekali, saya mengingat orang lain, jiwa, pelayanan. Lalu datanglah air mata luarbiasa itu, indah, begitu indah, menangis buat orang lain. Merasa bahwa tujuan terbesar kita adalah 'menyelamatkan jiwa orang lain'. Lalu bagaimana dengan 'sang penyelamat kecil itu?'  Tenggelam, merasa begitu berjasa, lupa belajar, dan hatinya diubahkan oleh keberhasilan-keberhasilannya. di sini, di tempat ini, banyak pemimpin dari berbagai belahan dunia, pemimpin yang mencapai posisi dan sukses, dengan mengerjakan pekerjaan yang katanya 'pekerjaan Allah'. Akan kemana mereka, dengan seluruh keberhasilan dan kebanggaan itu? Dimana salib mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak punya waktu lagi, teman disamping kiri saya sangat mengganggu, dan saya harus tutup dengan kalimat yang saya kutip dari pernyataan Bill Lawrence:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pelayanan utama kita adalah Mati, sama seperti Kristus telah mati, dan kemudian lewat kuasa salib dan kebangkitan Kristus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"U must do, what you cannot do, with what you do not have, for the rest of your live!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan janji Yesus:&lt;br /&gt;"I will do, what I can do, with what I do have -through you- for the rest of your live, to be my Glory!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-6382479281829303395?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/6382479281829303395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=6382479281829303395' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/6382479281829303395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/6382479281829303395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2008/05/dunia-berhenti-menangis.html' title='Dunia Berhenti Menangis'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-5053687855633426900</id><published>2008-04-24T01:24:00.000-07:00</published><updated>2008-04-24T03:32:25.137-07:00</updated><title type='text'>Mau Menikah Butuh Apa?</title><content type='html'>Pertanyaan tanpa jawaban&lt;br /&gt;Apa isi otakmu?&lt;br /&gt;Ketololan belaka?&lt;br /&gt;Oh, aku tau..&lt;br /&gt;nyata benar kau siapa&lt;br /&gt;salah satu dari banyak pasangan yang menghabiskan hari-harinya menjelajah di mal-mal&lt;br /&gt;wisata kuliner di rumah-rumah makan, atau bermesraan di taman-taman yang sepi pengunjung,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; iih &lt;/span&gt;najis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengumbar rayuan, memanipulasi romantisme&lt;br /&gt;memainkan sejuta peran&lt;br /&gt;menghabiskan minggu demi minggu dengan kata-kata yang sama saja&lt;br /&gt;seratus sms gratis dengan kalimat-kalimat, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Uda makan belum, say?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;Lalu apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau lebih tau rasa bibirnya daripada isi hatinya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semenit sekali berteriak-teriak tentang cinta pada orang yang paling sering kau sakiti hatinya&lt;br /&gt;kau tipu matanya, kau bungkam mulutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa tau dia tentang pikiran kotormu&lt;br /&gt;pernah kau ceritakan betapa bosannya telingamu pada ocehannya yang itu-itu saja&lt;br /&gt;pernah jujur kalau kau tak se 'suci' penampakanmu&lt;br /&gt;akan terkejut kah dia dengan kenyataan bahwa saat teduhmu cuma sekali seminggu&lt;br /&gt;atau kau yakin tidak, karena dia pun pasti begitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana kau simpan akal sehatmu, bahwa pernikahan bukan cuma seminggu atau sewindu&lt;br /&gt;apa yang kau pahami dari frasa 'berbagi ranjang'&lt;br /&gt;di sudut-sudut mana di rumahmu kelak akan kau sembunyikan topengmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar bingung&lt;br /&gt;katanya mau menikah, tapi ga bawa apa-apa kecuali cinta&lt;br /&gt;cinta yang sebenarnya sudah habis di ratusan malam minggu sebelumnya&lt;br /&gt;yang tertingal di gedung bioskop atau tergadai di tenda-tenda cafe&lt;br /&gt;Cinta yang sudah terkikis oleh sakit hati&lt;br /&gt;lapuk tertimbun kebohongan demi kebohongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta, makan tuh cinta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok, kalau aku ditanya perlu apa untuk menikah&lt;br /&gt;aku akan jawab&lt;br /&gt;tak peduli dia batak atau cina&lt;br /&gt;melek atau buta&lt;br /&gt;miskin atau kaya&lt;br /&gt;kuliah di ITB atau Bandung Raya&lt;br /&gt;Anak pelacur atau pendeta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami perlu bertengkar seribu satu kali dan perdamaian yang hangat sebagai penyelesaiannya&lt;br /&gt;perlu tau, celana dalamnya diganti berapa hari sekali, upilnya warna apa&lt;br /&gt;pacar-pacar lamanya siapa&lt;br /&gt;berapa banyak istri papanya&lt;br /&gt;warna matanya ketika melihat rupiah&lt;br /&gt;dibelanjakan kemana saja tiap sen uangnya&lt;br /&gt;cara memperlakukan pembantunya atau pengemis dijalan raya&lt;br /&gt;kejujurannya, keterbukaanya&lt;br /&gt;Sikap terhadap dirinya&lt;br /&gt;dimana Allah di hidupnya&lt;br /&gt;perlu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku akan menikahinya&lt;br /&gt;tanpa tenda, tanpa catering ratusan juta, tanpa bunga-bunga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-5053687855633426900?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/5053687855633426900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=5053687855633426900' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/5053687855633426900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/5053687855633426900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2008/04/mau-menikah-butuh-apa.html' title='Mau Menikah Butuh Apa?'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-7183331809143104608</id><published>2008-04-21T22:58:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T23:35:13.982-07:00</updated><title type='text'>The Very Best of Me!</title><content type='html'>Aku selalu bertanya-tanya, apa yang paling membanggakan yang aku punya. Rupa-rupanya banyak PMK dan Komunitas Kristen, juga beberapa hamba Tuhan sudah mengidentikkan aku dengan Tukul Arwana, pembawa acara empat mata. Entah apa yang identik, mungkin jeleknya (ayolah, aku ga sejelek itu kan? He-he), atau ndeso-nya. Kemarin ada mahasiswa yang bilang, "Bang, abang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;disama-samain &lt;/span&gt;dengan Tukul? Mungkin karena abang juga hobi mencela diri abang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kalo &lt;/span&gt;lagi khotbah atau ceramah."&lt;br /&gt;Dipikir-pikir, betul juga. Tanpa sadar, pembentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;imej&lt;/span&gt; tukul itu ternyata diriku sendiri. Aku penjahat bagi diriku, he-he. Dulu, sukar rasanya menerima omongan jujur orang tentang kelemahanku sendiri. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lah  &lt;/span&gt;sekarang, malah hobi mencela diri, dan menerima celaan. Kadang-kadang aku takut hobi buruk ku yang baru ini malah jadi 'batu penutup kuburan' bagi orang lain. Tapi ternyata disambut baik, bahkan bagi beberapa mahasiswa, termasuk adik kelompok kecil ku sendiri justru seakan mendapat legitimasi untuk berbuat hal yang sama, bukan terhadap diri mereka tentunya, tapi, lagi-lagi aku yang jadi korbannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ga &lt;/span&gt;anak bawang&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;(mahasiswa baru, he-he) atau yang udah bangkotan (termasuk rekan2 staf), jadi hobi mengolok-olok apa saja tentang ku. Heran, apa untungnya buat mereka? Mungkin sekadar menyelamatkan diri agar semua cela hanya dan hanya tertuju pada taor, bukan pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang cela-mencela diri, ada banyak orang dipermukaan bumi ini yang anti cela-an. Bahkan sampai habis-habisan mengusahakan agar semua perkataan yang ditujukan padanya bukan cela-an, tapi pujian.&lt;br /&gt;"Duh, kamu cantik"&lt;br /&gt;"Upil mu unik ya!"&lt;br /&gt;"Keren &lt;span style="font-style: italic;"&gt;banget&lt;/span&gt;, pikiranmu cerdas, (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ga &lt;/span&gt;biasanya, he-he)!"&lt;br /&gt;"Ya ampun, baik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;banget&lt;/span&gt;, pacar siapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sih&lt;/span&gt;?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dipikir-pikir lagi, sebenarnya ga ada yang pantas di puji dari kita. Secara total kita sudah rusak, iya memang sudah dipulihkan, tapi ingat, kita sudah mati, yang hidup dalam diri kita Kristus. jadi segala pekerjaan baik yang ada pada diri kita diusahakan sepenuhnya oleh Roh Kudus. jadi, segala pujian hanya pantas diberikan bagi dia.&lt;br /&gt;Memberi pujian bagi seseorang jelas menggelapkan maksud dari kepemimpinan Allah di dalam dirinya. Kata beberapa orang yang pura-pura pintar, pujian sangat berguna untuk membangun mental, meningkatkan prestasi. apa betul??&lt;br /&gt;Saya kenal seorang anak yang dibesarkan dengan begitu banyak kata-kata pujian dari orang tuanya. Over dosis, dia malah narsis, dan terkesan angkuh. ya, sikap baik dan ramahnya menutupi sifat narsis dan angkuhnya, tapi tetap saja, dia angkuh. ada suatu keyakinan dalam dirinya, yang mulai dibangun sejak kecil, bahwa dia hebat, , dan berhak akan sukses besar suatu saat nanti. Benar, dia masih berdoa, benar dia masih mengandalkan Tuhan (setidaknya lewat doa-doanya), tapi itu hanya dengan suatu keyakinan, bahwa Allah memilih dia untuk menjadi yang terbaik, karena apa? karena dia layak!&lt;br /&gt;perihal melayani Tuhan, katanya seringkali sama persis seperti menaiki balon udara. semakin tinggi balon udaranya naik, maka semakin tinggi pula kita ikut membumbung ke atas. Semakin dimuliakan Allah lewat hidup dan pelayanan kita, maka semakin tinggi pula pujian dan kekuasaan yang kita dapatkan. begitukah?&lt;br /&gt;TIDAK!!&lt;br /&gt;Hanya Tuhan yang layak dipuji, dan segala cela adalah bagian kita.&lt;br /&gt;Sepertinya, tidak perlu melanjutkan tulisan ini, jelas sekali semua paham maksud ku.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hal terbaik yang ada pada diriku &lt;/span&gt;adalah kebobrokan, kejelekan, kebodohan, dan kehinaan.&lt;br /&gt;Itulah paradoks Alkitab, justru dalam seluruh kehinaan itulah Kasih karunia semakin nyata di dalam hidupku.&lt;br /&gt;Dengan mengerti bahwa Allah berkenan memakai 'sapu usang' ini menjadi alatnya, aku semakin sadar bahwa segala pekerjaan baik yang aku lakukan berasal dari Allah, dan tentu kalau ingin memuji, pujilah DIA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOLI DEO GLORI!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-7183331809143104608?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/7183331809143104608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=7183331809143104608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7183331809143104608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7183331809143104608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2008/04/very-best-of-me.html' title='The Very Best of Me!'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-7833398178200702870</id><published>2008-03-27T10:12:00.001-07:00</published><updated>2008-03-27T10:14:05.182-07:00</updated><title type='text'>Rame-Rame Positiv</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Membaca kebanyakan buku-buku atau artikel-artikel motivasi saat ini seperti mendengar seorang kakek mendongeng pada cucunya. Ceritanya itu-itu saja, ceramahnya mengandalkan permainan kata-kata, kemampuan bersilat lidah, dangkal, tanpa bobot. Ada yang mengisahkan dongeng kancil mencari ketimun, dengan sejumput perubahan, lalu diakhiri dengan ‘kalimat motivasi’ : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Nah saudara-saudara, jikalau kita masih mempunyai tangan dan kaki, hendaknya kita jauhkan pikiran-pikiran untuk mencuri dari benak kita! Jadilah manusia yang bertanggung jawab, dengan bekerja untuk kesuksesan sendiri!”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lalu diakhiri dengan ‘Salam sukses luar biasa!’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;That’s it! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya sangat tidak mengerti, mengapa banyak pembaca yang mengaku termotivasi, terinspirasi, bahkan meraih sukses kilat setelah membaca tulisan itu. Ada-ada saja. Maka tidak heran banyak sekali muncul penulis-penulis dadakan (Maaf!) yang merasa mampu menulis dan memotivasi orang lain dengan tulisan sejenis, cukup mengandalkan dan mengulangi frasa-frasa wajib seperti, ‘KAMU BISA!’; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;‘Sukses dimulai dari berpikir dan meyakini bahwa kamu TELAH SUKSES, TELAH MENDAPATKAN apa yang kamu mau.’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;‘Tidak ada yang namanya kegagalan! Yang benar adalah BELUM BERHASIL atau MENUJU BERHASIL!’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;‘Selalu berpikir POSITIF! Ambil POSITIF nya! Jangan mau, tetap tersenyum, BERGEMBIRA!’&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;‘POSITIF THINKING &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;is everything!’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kalimat-kalimat wajib ini kemudian dibumbui dengan beberapa cerita, ilustrasi, pengalaman-pengalaman sukses, dengan permainan kata-kata yang tentunya &lt;b style=""&gt;dipaksa&lt;/b&gt; menarik. Lalu mengapa berhasil? Karena &lt;i style=""&gt;quotes&lt;/i&gt; yang ada biasanya menjanjikan kesuksesan kilat, secepat membaca bukunya, (dikatakan) ditulis oleh motivator handal, ulung, nomer satu. Dan tentu saja, banyak orang mencari SUKSES, dan kalau bisa kilat, cepat, tanpa sekolah, tanpa modal. Dan hebatnya, cara-cara yang ditempuh justru ‘menyenangkan’, nyaman, menghilangkan ketakutan, penderitaan, dan menjauhi apa saja yang sepertinya memberikan tekanan, ketegangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Awas, kuasa perkataan!”, begitu biasanya beberapa orang menakut-nakuti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lalu apa yang salah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Entah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;bagaimana tanggapan anda, tetapi saya melihat ada akibat buruk yang ditawarkan oleh tulisan-tulisan dan bahkan pidato-pidato seperti ini. Yang ditawarkan adalah sukses yang sudah jelas definisinya. Yaitu sukses yang digambarkan dengan kepemilikan akan sejumlah besar uang, posisi tinggi di pekerjaan atau bisnis dengan prospek menggiurkan, pengakuan sosial, dan (pula) tidak ketinggalan &lt;i style=""&gt;prestise&lt;/i&gt; sebagai seorang religius nan dermawan. Padahal definisi sukses demikian adalah definisi sukses dengan nilai terrendah, dangkal, dan memuakkan. Sukses yang justru menempatkan setiap usaha sebagai investasi bagi impian akan kemapanan. Nilai dari tiap-tiap tindakan yang memerlukan energi dikuantifikasi dengan level pencapaian secara materi, pangkat, kedudukan sosial, dan simbol-simbol kemapanan lain. Bukankah semua ini membuktikan bahwa orang seperti ini justru sedang ‘diperkosa’ oleh dirinya sendiri, diperbudak oleh mimpi-mimpinya, dan dipermainkan oleh suatu kebutuhan akan pengakuan terhadap eksistensi diri. Nilai-nilai, norma-norma, pengetahuan, keterampilan, hubungan sosial, dan apa saja yang ada, akan dipandang sebagai alat pencapaian tujuan, yaitu kesuksesan dengan definisi seperti diatas. Belajar bukan untuk menjadi bijak dalam menyikapi kehidupan, tetapi supaya kaya, tersenyum bukan untuk memberkati orang lain, tetapi agar &lt;i style=""&gt;mood &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hari ini tidak rusak, sehingga energi buruk tidak terpancar, dan rejeki tidak terhalang. Beramah-tamah dengan orang lain bukan untuk menikmati kebersamaan, melainkan sebagai persiapan jika kelak membutuhkan bantuan orang tersebut dalam pencapaian tujuan. Semuanya dikonversikan dengan sukses, seperti paman Gober saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Beralih pada masalah lain, motivasi populer selalu berfokus pada ‘memandang segala sesuatu dari sudut positif’. Dengan kacamata seperti ini, setiap penganut paham positiv akan dimampukan untuk selalu gembira, optimis, dan cenderung irrasional. Mereka ber-apologia bahwa ‘hati yang gembira adalah obat yang manjur, tapi semangat yang patah mengeringkan tulang’. Seolah-olah mengada-adakan kegembiraan adalah halal, dan semua kesedihan adalah lambang semangat yang patah. Padahal kalau diperhatikan lebih dalam ungkapan tadi, hati yang gembira di bandingkan dengan semangat yang patah, bukan dengan kesedihan. Semangat yang patah, jelas merugikan, menghancurkan bahkan. Sehingga analogi yang tepat untuk ‘hati yang gembira’ adalah suatu iman yang diletakkan pada Dasar yang kuat sehingga, seburuk apapun kenyataan yang dihadapi, seberat apapun tantangan dan cobaan yang datang, sekeras apapun kita terjatuh, tetap saja selalu ada harapan, selalu ada jalan, dan kita selalu dimampukan untuk mengucap syukur, sehingga mengalirlah sukacita yang mengobati. Jelas bahwa obat mengindikasikan adanya luka, sakit, kesalahan, kekecewaan, dan itu bukan sesuatu yang harus diabaikan. Harus dinikmati dengan bersyukur dan penuh pengharapan, dan pengharapan yang benar selalu mendatangkan sukacita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menghadapi kenyataan yang ada sebagai ‘as it is’ saya kira sangat penting, seburuk dan segelap apapun itu. Hanya menerima hal-hal baik saja dan mengabaikan setiap kejadian dan suasana buruk jelas tidak akan memberikan kita hidup yang seutuhnya. Sudah jelas-jelas seseorang tidak membalas senyum kita, tetapi kita tetap bersandiwara dan menipu diri sendiri dengan berandai-andai mungkin dia tidak melihat kita. Mengapa tidak ditanyakan saja langsung ke-orangnya, dan menemukan fakta yang sebenarnya. Menganggap bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda adalah sama bodohnya. Gagal adalah gagal, berarti ada yang harus diperbaiki, harus belajar lebih banyak. Mempersempit arti kegagalan hanya sebagai sukses yang tertunda akan membuat kepekaan terhadap kelemahan diri semakin menipis. Dan pula, bagaimana kita bisa menikmati kegagalan sebagai sukses yang tertunda? Kegagalan adalah kegagalan, harus dinikmati sebagai kegagalan, harus disyukuri sebagai sebuah pembelajaran. Bukan sebagai sukses (yang tertunda) yang entah kapan datangnya. Menempatkan kegagalan sebagai sukses (yang tertunda) akan membuat kita senantiasa berorientasi pada kesuksesan, sehingga mensyukuri sebuah kegagalan adalah kemustahilan. Padahal, tugas utama manusia diberi ijin untuk hidup di dunia ini adalah untuk proses pembelajaran, pendewasaan. Bukan untuk mencapai berpuluh-puluh atau bahkan beribu-ribu kesuksesan untuk dibawa pulang sebagai bekal menuju kematian. Jika demikian, saya percaya, apabila Tuhan memakai kesuksesan untuk mengajar dan mendewasakan kita, maka dia pun mampu memakai kegagalan kita untuk fungsi yang sama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dengan mengetahui bahwa sukses bukanlah tujuan, maka berpikir positiv tidak lagi berarti apa-apa bagi saya. Yang saya kejar adalah ‘&lt;b style=""&gt;berpikir benar’&lt;/b&gt;. Kebenaran, yang terkadang menyakitkan, terkadang pahit, terkadang negativ, harus pula saya telan. Dan bila saya memiliki Dasar iman yang teguh, bila saya mampu mengucap syukur untuk semua itu, dan bila saya tetap berpengharapan, saya tetap bisa bersukacita. Karena baik sukses maupun gagal, baik menangis ataupun tertawa, baik terang ataupun gelap, baik hujan ataupun panas, semuanya adalah proses yang harus dinikmati dan dijalani untuk menjadi dewasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bagaimana dengan kuasa perkataan? Saya sebenarnya bingung, bagaimana kebohongan ini dimulai. Benarkah kata-kata kita berkuasa? Benarkah memperkatakan hal-hal yang buaik akan mendatangkan hal-hal baik, dan memperkatakan hal-hal buruk mendatangkan hal-hal buruk? Dan itu semua karena kata-kata yang berkuasa? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tersenyum-senyum juga dengan semua kesalah-kaprahan ini. Pertama-tama saya harus menegaskan bahwa berkata-kata tentang kebohongan itu dosa, jelas sekali. Jadi sebaik apapun perkataan kita, jika itu bohong, maka tetap saja : DOSA~!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Aduh, cantik sekali kamu hari ini”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Wah, hebat! Suaramu bagus!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Senang bertemu dengan anda!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;‘Tenang aja, kita pasti berhasil”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Kamu berbakat loh jadi pencela nomer 1!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Sori ya, tapi kamu harus belajar lebih banyak &lt;i style=""&gt;nih &lt;/i&gt;untuk menjadi pemimpin acara!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Kita kelihatannya akan gagal. Lihat saja, sudah hampir dua bulan kepanitiaan belum juga terbentuk!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kalimat-kalimat diatas adalah kalimat biasa, yang pertama sekali harus dinilai dari jujur atau tidaknya, bukan dari menghibur atau tidak, menyemangati atau tidak. Dampak apa yang diharapkan dari suatu penghiburan atau dorongan yang lahir dari kebohongan? Tetapi sebaliknya, suatu kejujuran, betapa pun menyakitkan, akan membantu orang tersebut untuk berubah lebih baik lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kata-kata tidak berkuasa, tetapi kejujuran akan diperhitungkan sebagai sebuah kebenaran. Memang ada banyak premis yang mengatakan bahwa seorang anak yang dibesarkan dengan kata-kata positiv akan cenderung berkembang lebih baik secara mental. Betulkah demikian? Pasti ada kesalahan! Sangat tidak logis bahwa kebohongan-kebohongan, seberapa positiv dan kuatnya pun motivasi di dalamnya, akan memberikan pengaruh baik pada manusia. Jelas, bahwa orang tua yang mengedepankan kebenaran tidak akan memamahkan kata-kata atau kalimat-kalimat jahat kepada anaknya. Tetapi kebenaran, betapa buruknya pun itu, saya pikir akan di pakai oleh Allah untuk kebaikan. &lt;i style=""&gt;Ah&lt;/i&gt;, bagi saya seribu perkataan buruk tentang saya, akan mendorong saya untuk intospeksi diri, tidak lantas membuat saya menjadi seburuk apa yang dikatakan. Dan pula, sejuta pujian atau kalimat-kalimat indah yang dialamatkan pada saya seringkali membuat saya bodoh dan minim respon terhadap perubahan, untung dengan bijak saya memilih untuk mengabaikannya selepas menyunggingkan senyum atau mendesiskan ucapan terima kasih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Itu sudah! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-7833398178200702870?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/7833398178200702870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=7833398178200702870' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7833398178200702870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7833398178200702870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2008/03/rame-rame-positiv.html' title='Rame-Rame Positiv'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-5270955960077071530</id><published>2008-03-13T19:22:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T20:50:40.092-07:00</updated><title type='text'>Saya bukan Pengkhotbah!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R987XZC0nmI/AAAAAAAAABI/JGwHByRWU2I/s1600-h/P9100017.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R987XZC0nmI/AAAAAAAAABI/JGwHByRWU2I/s320/P9100017.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178923369545113186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Lagi pusing dengan banyaknya permintaan 'berkhotbah' di beberapa tempat. Disatu sisi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;memang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;bersyukur, berarti masih banyak orang-orang yang rindu pengajaran yang benar (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kog &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;jadi seperti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;self proclaim &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;bahwa pengajaranku benar ya?), atau masih ada saja orang-orang yang mendapat berkat dari 'bahasan-bahasan' yang saya sampaikan (terbukti kan, kalau Tuhan bisa pake siapa dan apa saja, untuk memberkati orang lain).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Tapi yang menjadi titik hirau saya (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;cie&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;), mengapa berkhotbah? Mengapa bukan konseling, PA kelompok, Eksposisi kitab (khotbah juga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;ga sih?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;), atau datang di kelas kecil (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;ehm,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; nyindir), atau diskusi, atau hal-hal lain (selain berbicara di depan puluhan atau ratusan orang dengan topik yang itu-itu aja, dan membuat mereka senyum-senyum, tertawa, sebelum akhirnya tertohok -mudah-mudahan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Orang-orang memang senang dikhotbahin. Apalagi kalau pembicara atau pengkhotbahnya atraktif, lucu, bisa malu-malu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;in,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; dan membahas tepat seperti tema yang DIBERIKAN. Khotbah memang menjamin tidak adanya interaksi langsung antara si Pengkhotbah dan yang mendengarkan, jadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;ga &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;perlu takut ada dosa yang dibongkar, bisa terlihat kudus dengan pendosa-pendosa lain yang menertawakan dosanya bersama-sama. Apalagi, jika pengkhotbahnya membosankan, tak mengapa, toh waktu yang diberikan terbatas, 40 menit juga selesai. Setelah itu, khotbah selesai, setelah acara basi-basi dan salam-salaman pendek, si pengkhotbah boleh pergi dengan membawa serta amplop yang di sediakan, mungkin sambil tersenyum-senyum karena mengira obatnya laku, dan berharap cemas mengira-ngira berapa isi amplopnya. Begitu kira-kira pandangan 'kritis' beberapa orang. Apalagi, sekarang ini, banyak komentator-komentator yang lebih ahli dari si pengkhotbah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Khotbah memang menolong, tapi tidak banyak. Tak terhitung lagi berapa banyak khotbah yang telah kita dengarkan sepanjang hidup, tapi bagian mana yang masih kita ingat? Hanya sedikit, mungkin sangat sedikit. Padahal banyak orang yang menggantungkan hidup rohaninya hanya dari khotbah, setelah itu ia merasa cukup bekal untuk bersibuk-sibuk ria, melayani dengan ceria, dan berlaku manis sepanjang minggu. Banyak juga orang yang menelan mentah-mentah 'pil khotbah', menganggap bahwa setiap orang bergelar hamba Tuhan cukup layak dipercaya. Jadilah dia pengikut yang setia, manggut-manggut kalau pendeta sudah berbicara. Yang idealisme kristianinya dibangun atas pola pikir orang lain, disampaikan katanya menurut Alkitab, dalam kurun waktu 40 menit. Melebihi waktu yang diberikan untuk menyanyi, melompat, berdoa, dan mendengar pengumuman. Belum lagi jika pengkhotbahnya hanya peduli perasaan jemaat, kuatir ga diundang lagi, dia mengajak jemaat menertawakan dirinya (saya termasuk tipe seperti ini), persis srimulat. Dari awal sampai akhir, itu-itu saja, jikalau beruntung dan kebetulan pengkhotbah pandai bernyanyi, yah diselingi nyanyian satu dua. Jemaat senang pendeta pulang bawa uang, kapan lagi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Terus terang, saya miris melihat kondisi seperti di atas. Menjadi pesimis, apakah orang-orang bisa bertumbuh dari khotbah, atau hanya sebagai pelengkap penting dalam ibadah. Seperti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;jekpot&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; kadang baik, kadang buntung. Padahal, Iman bertumbuh dari pengenalan yang benar akan Allah, dan pengenalan yang benar hanya di dapat dari pengertian yang baik, utuh, dan menyeluruh akan Alkitab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kelompok kecil lebih banyak membangun. Pelajaran-pelajaran Alkitab dalam kelas kecil, diskusi-diskusi, dan kelompok eksposisi, memberikan pengertian yang lebih mendalam. Saya rindu memberi waktu lebih di sini, di kost-kostan, di selasar kampus, di warung kopi, di kafe, di mana aja, semua itu menjadi 'mimbar-mimbar' yang sempurna  untuk belajar Firman Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Ups, sudah hampir jam 11, saya harus ke ITB, untuk BERKHOTBAH , he-he. Saya mau bilang pada mereka, saya bukan pengkhotbah (kog kontradiktif ya?). Saya mau bilang, boleh dindang khotbah, tapi lebih senang kalau ada yang mau datang ke kelas kecil, atau berdiskusi bersama-sama, menemukan sedikit demi sedikit bagaimana mempengaruhi dunia, dimulai dari sekarang, di sini. Mungkin memang 'mimbar' saya di bawah pohon rindang, atau di perpustakaan, atau di kost-kostan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Nati kita lanjutkan lagi ya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-5270955960077071530?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/5270955960077071530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=5270955960077071530' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/5270955960077071530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/5270955960077071530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2008/03/saya-bukan-pengkhotbah.html' title='Saya bukan Pengkhotbah!!'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R987XZC0nmI/AAAAAAAAABI/JGwHByRWU2I/s72-c/P9100017.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-1585495039819248605</id><published>2008-03-11T11:39:00.000-07:00</published><updated>2008-03-11T11:53:23.442-07:00</updated><title type='text'>ANTARA CINTA DAN HOBI MENGUPIL</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Kemarin ada seorang teman diskusi melemparkan topik menarik untuk dibahas. Tentang CINTA. Tapi tunggu dulu, ini sedikit lebih menarik, rada berbeda, bagi saya, unik (baca: aneh) juga. Awalnya &lt;i&gt;sih&lt;/i&gt; konseling pribadi, tapi tak apalah saya bagikan. Toh dia mengijinkan, asal nama samarannya sedikit lebih keren dari yang dikoran-koran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Masalahnya cukup rumit (setidaknya bagi dia), ceritanya teman saya ini punya kebiasaan buruk. Suka secara tidak sadar (maaf) mengorek hidungnya, justru saat sedang berbicara dengan orang lain. Parah memang, tapi di beberapa kesempatan penting dia selalu berusaha untuk &lt;i&gt;behave&lt;/i&gt;, mati-matian menjaga kesadaran otaknya agar kebiasaan (saya ga cukup tega untuk bilang itu buruk, cuma kurang beradab &lt;i&gt;kali&lt;/i&gt; ya,ha-ha) -nya tidak muncul. &lt;i&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/i&gt; malu juga, kalau di rapat kerja dengan atasannya misalkan, dia secara tiba-tiba dan begitu menikmati fokus terhadap hobi korek hidungnya. &lt;i&gt;Wadow,&lt;/i&gt; bisa &lt;i&gt;berabe &lt;/i&gt;urusannya. Intinya, kebiasaan itu sebenarnya bias diajak kompromi di saat genting. Tinggal mengaktifkan sensor saja, dan otaknya akan cepat-cepat mengingatkan dirinya untuk cepat-cepat mewaspadai gerakan mencurigakan telunjuk tangannya yang mulai mengarah ke hidung. Sejauh sensor itu ditanggapi dengan baik, dan rasa malu masih lebih besar dari melampiaskan nafsu sesaat untuk mengorek hidung, maka selesailah persoalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Awal Januari lalu, teman saya ini, sebut saja Poltak (Gimana, keren &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; bro?) tampaknya tertarik dengan hobi lain, mengejar cinta. Seorang gadis yang dikenalnya di satu persekutuan pemuda, begitu menarik hatinya. Modal nekat dia menanyakan nama gadis itu, dan kemudian nomer hp. &lt;i&gt;Eh, &lt;/i&gt;dasar lagi mujur, atau karena dia setengah mendesak, gadis itu memberikan. Semua terasa begitu lancar, pertemuan-pertemuan selanjutnya terjadi, tidak hanya di persekutuan pemuda itu lagi, tapi terkadang sudah berpindah ke tempat-tempat yang lebih ayik. Jadwal sms dan telpon pun sudah semakin tidak teratur, kapan saja. Mungkin sama-sama sudah punya resolusi tahun baru : bertekad mengakhiri ke-jomblo-an yang menyesakkan itu, SECEPATNYA!! Poltak cukup optimis, resolusinya akan tercapai tanpa menunggu lebih lama lagi. Satu dua kali mereka menikmati &lt;i&gt;romantic dinner&lt;/i&gt;, lancar tanpa hambatan berarti. Merasa bahwa ada kecocokan, mereka pun mulai saling mendekat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Memang ada beberapa karakter yang mereka akui saling bertolak belakang. Saya tahu persis betapa Poltak selalu memimpikan gadis berkacamata dan berambut lurus, panjang terurai. Namun penolakan yang jelas dan tegas telah diberikan sang gadis (selanjutnya sebut saja Reni), yang merasa bahwa rambut pendek dan lensa kontak (begitu bukan bahasa Indonesianya?) lebih sesuai dengan karakternya yang aktif. Belum lagi permintaan Reni untuk cepat-cepat menikah, sudah 27 katanya, itu pun harus di Jawa, bukan di Bona Pasogit. Apa kata Poltak? Bukan masalah, ego bisa dikesampingkan. &lt;i&gt;Wuih&lt;/i&gt;, hebat! Bagaimana dengan Reni? Jelas dia pun setuju menerima Poltak apa ada nya. Padahal, Reni cukup bergumul dengan beberapa hal yang melekat pada diri Poltak. Kebatakannya, hidungnya yang pesek, pekerjaannya yang menuntut untuk selalu berpindah-pindah daerah, fakta bahwa sahabat Reni adalah mantan pacar Poltak, keluarga Poltak yang secara halus menunjukkan ketidaksukaan mereka, dan (yang paling penting) Poltak melupakan ulang tahunnya 9 Februari kemarin. Walaupun semuanya sering mebuat Reni &lt;i&gt;pengen nangis&lt;/i&gt;, tapi toh Reni bisa menerima. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Dua puluh sembilan Februari lalu, Poltak menyatakan cintanya, Reni dengan mata berkaca-kaca tersentuh melihat Poltak berlutut, di antara orang-orang yang tak mereka kenal. Tanpa disangka-sangka, semuanya begitu rapi direncanakan Poltak. Hanya mungkin, pilihan tempatnya tidak begitu bijak, warung Bakso, ha-ha. Tapi Reni sudah terbius oleh suasana, kalau sudah begini, warung bakso pun akan seperti batu cinta di kawah putih, bukan persoalan penting. Perkenalan yang singkat pun tidak menjadi penghalang, dengan disaksikan abang tukang bakso dan orang-orang yang pura-pura tidak melihat padahal mungkin memasang telinga dengan fokus, Reni menganggukkan kepala. Dia pun mungkin sudah lupa apa pertanyaan Poltak, tapi yang dia pahami, suasana seperti ini hanya memerlukan satu anggukan kecil, tidak perlu penuh semangat nanti dikira mau &lt;i&gt;banget&lt;/i&gt;, padahal memang iya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Dan begitulah, Poltak pun resmi memacari Reni. Pertemuan-pertemuan selanjutnya terasa lebih cair, kata-kata sayang sudah mengalir bagai gerimis. Lirikan-lirikan tak diperlukan lagi, kalau mau &lt;i&gt;pelototin&lt;/i&gt; sampai sore pun tak mengapa. Dari pihak Poltak, situasi begini membuat dia lebih menikmati tiap-tiap kebersamaan mereka. Rasa canggung bahkan sudah &lt;i&gt;ngacir &lt;/i&gt;jauh, &lt;i&gt;entah &lt;/i&gt;kemana. Naas bagi Poltak, peristiwa itu pun terjadilah. Lagi asyik-asyik &lt;i&gt;ngobrolin&lt;/i&gt; masa depan, telunjuk Poltak mulai mengarah ke sasaran. Sensor otak sebenarnya sudah berkali-kali mengingatkan, tapi telunjuk itu tetap aja bernafsu untuk dengan gemasnya mengeluarkan sesuatu dari hidung Poltak, dan berhasil. Untuk beberapa detik, Poltak tidak menyadari bahwa ada seorang gadis yang terbengong-bengong &lt;i&gt;marsitoltol &lt;/i&gt;(baca: tegak tak bergerak) melihat aksinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Dengan santai Poltak akhirnya bersuara, “Sori Ren, ga &lt;i&gt;nyadar!&lt;/i&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Tapi gadis itu tetap terdiam, tanpa huruf, dengan wajah setengah menangis setengah jijik, tak terdefinisikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;“Ren, sori! Kebiasaan buruk. Masa gitu aja marah sih?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Bukan film, bukan sinetron, bukan novel, bukan komik, Poltak mengaku itu terakhir kali dia berbicara dengan Reni sebagai pacar. Selanjutnya, berpuluh-puluh sms-nya pergi tanpa pernah kembali membawa balasan. Berpuluh-puluh &lt;i&gt;missed call&lt;/i&gt;, dan pengejaran-pengejaran aneh, dan tanpa hasil. Baru kemarin, 10 Maret 2008 dia menerima sms, dari Reni. Senangnya bukan main, tapi hanya sesaat:&lt;u2:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Km batak, &lt;i&gt;ga &lt;/i&gt;mslh, aq trima.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Kluargamu &lt;i&gt;ga&lt;/i&gt; se7, &lt;i&gt;ga &lt;/i&gt;mslh, kita bjuang brsama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Km bakal bpindah2, &lt;i&gt;ga &lt;/i&gt;mslh, aq ikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Shbtqu maki2 aq, &lt;i&gt;ga &lt;/i&gt;mslh, aq tahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Tp &lt;i&gt;ngupil&lt;/i&gt; km blg KEBIASAAN,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Sori, aq jijik!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Aq ga byk ngeluh kog ama Thn, aq bisa bljr syg ma sapa aj.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Aq cm pny 1 syrt aj utk pasangan hdp:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;GA NGUPIL!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Tak tahu lagi bagaimana menyimpulkan perasaan hati saya mendengar curahan hati Poltak, apalagi membaca sms Reni. Baru kali ini, benar-benar baru kali ini ada masalah cinta seperti ini saya hadapi. Hampir saja saya percaya terhadap kebenaran artikel yang pernah saya baca di ‘kilasan kawat dunia’ milik kompas, ada isteri yang mengugat cerai suaminya, karena tidak lagi tahan mendengar dengkuran setiap malam. Membuat si isteri lama tidak bisa tidur, dan akhirnya masuk rumah sakit. Walaupun tak habis pikir, tetapi saya bisa mengerti kesulitan Reni. Dia bukan gadis manja yang ingin segala sesuatunya sesempurna angan-angannya. Reni belajar menerima banyak sekali kekurangan, lebih dari pada apa yang saya bahas di atas. Tidak adil kalau kita dengan mudah menghakiminya sebagai pihak yang salah, untuk perkara ini. Siapa tahu, memang dia begitu terganggu, begitu jijik dengan tiap-tiap ‘proses &lt;i&gt;mengupil&lt;/i&gt;’ yang diperhadapkan padanya. Apalagi oleh seseorang, yang akan menemaninya seumur hidup. Siapa tahu, melihat orang &lt;i&gt;mengupil&lt;/i&gt;, membuat dia berada pada tingkat kejijikan stadium akhir, sehingga menghancurkan selera makannya untuk seminggu ke depan, atau bahkan hal buruk lain, yang benar-benar mengganggu eksistensinya sebagai mahluk hidup yang sehat jasmani dan rohani. Artinya, melihat orang &lt;i&gt;mengupil&lt;/i&gt; benar-benar merusak ke-waras-an, dan kesehatan nya. Siapa tahu?! Coba berpikir netral, mungkin saja terjadi, &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Masalah satu-satunya adalah tidak ada toleransi dari Reni untuk &lt;i&gt;mengupil&lt;/i&gt; dan itu sudah menjadi bagian dari &lt;i&gt;habit&lt;/i&gt;, kebiasaan Poltak. Siapa yang harus mengalah di sini? Anda tahu susahnya mengubah kebiasaan bukan? Saya sudah beruaha meyakinkan Reni, tetapi dia tetap saja bergeming bahwa &lt;i&gt;habit &lt;/i&gt;akan tetap dibawa samapai mati. Benarkah?? Saya yakin, bisa! Apalagi dengan motivasi besar. Tapi sebesar apa? Saya yakin, banyak yang setuju, bahwa &lt;i&gt;mengupil &lt;/i&gt;(ya, pun tidak pada tempatnya) bukanlah dosa. Jadi, satu-satunya motivasi yang cukup besar yang dimiliki Poltak untuk mengubah kebiasaan &lt;i&gt;ngeselin &lt;/i&gt;yang satu ini adalah BESARAN CINTA. Kuantitas dan kualitas cintanya pada Reni. Saya berharap, Poltak berhasil. &lt;i&gt;Ngeselin&lt;/i&gt; juga kalau dia harus kehilangan Reni –nya, hanya karena hobi yang kini dia benci itu. Dia mungkin bisa berkoar-koar bahwa samudera akan dia renangi, &lt;st1:place st="on"&gt;Himalaya&lt;/st1:place&gt; akan dia daki, semua demi Reni. Kini, berhenti &lt;i&gt;mengupil &lt;/i&gt;adalah samuderanya, &lt;st1:place st="on"&gt;Himalaya&lt;/st1:place&gt; –nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Selamat berjuang, bro! Nanti jika berhasil, cepat &lt;i&gt;curhat&lt;/i&gt; lagi! Buktikan bahwa &lt;st1:place st="on"&gt;Himalaya&lt;/st1:place&gt; memang bisa ditahlukkan! Mulailah dengan mengumumkan pada semua orang untuk memukul tanganmu, ketika telunjukmu mulai mengarah pada sasaran. Siapa tahu teori mengubah perilaku dengan metode &lt;i&gt;reward and punishment&lt;/i&gt; memang berhasil pada masalahmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;-tagesi&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-1585495039819248605?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/1585495039819248605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=1585495039819248605' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/1585495039819248605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/1585495039819248605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2008/03/antara-cinta-dan-hobi-mengupil.html' title='ANTARA CINTA DAN HOBI MENGUPIL'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-7472436607790316185</id><published>2008-03-04T08:34:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T08:41:25.707-08:00</updated><title type='text'>KESEMPATAN BAGI GENERASI MUDA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 153, 153); font-weight: bold;"&gt;Mempersiapkan Pemimpin-Pemimpin Muda di Tengah Krisis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Menarik melihat diri sendiri. Ada kalanya merasa besar, kecil, benar, salah, berarti atau tak bermakna. Tak ada pola, tak ada batasan. semua yang saya ketahui tentang diri senantiasa bergantung pada kearah mana kita memandang hari ini, saat ini. Saya bisa melihat ada sosok bernama Taor yang berperan menjadi raksasa menakutkan bagi dirinya sendiri, yang mimpi-mimpinya terlalu besar, jauh lebih besar dari porsi tubuhnya yang subur, dan dengan sejumput potensi, terlalu minim untuk sekedar mencapai kaki gunung, apalagi sampai memeluk gunung Krakatau. &lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Saya bermimpi mengubah dunia, walaupun mengubah diri sendiri saja susahnya bukan kepalang, bermimpi menjadi agen perubahan, berteriak-teriak tentang krisis kepemimpinan, tentang etika dan moral yang sudah menjadi semu, tentang menjangkau generasi Y, membantu membentuk pemimpin baru. Mengernyitkan dahi melihat dan mendengar elit sibuk bertengkar tentang bagaimana memenangkan kursi kepala daerah atau negara, katanya demi perubahan yang lebih baik bagi rakyat. dana miliaran rupiah yang dihabiskan untuk kampanye, bukannya lebih baik dialokasikan untuk membina dan menumbuhkembangkan karakter Mesias ditengah-tengah generasi muda kita? Entah mengapa saya sudah skeptis terhadap bagaimana mengubah pola pikir dan filsafat hidup generasi tua. Ya sudahlah, karakter itu sudah berurat berakar, sudah mendarah mendaging, mengikat seluruh sendi-sendi kehidupan, kalau akar permasalahannya harus dicabut, itu sama saja dengan berpikir untuk melenyapkan satu generasi demi sebuah perubahan. Mungkin sama seperti kebebalan generasi tua bani &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;Israel pada waktu mereka keluar dari Mesir. Memang Allah bukannya putus asa tidak sanggup lagi mengubah para tua-tua yang berusia 40 tahun keatas itu, tetapi Allah memilih  jalan membawa bangsa  besar itu mengembara  di gurun selama 40 tahun, sebelum tiba di Palestina dan memberikan tanah yang penuh susu dan madu itu bagi mereka. Allah memilih menunggu 40 tahun, waktu yang cukup sehingga seluruh generasi tua pembangkang dan bermental rusak itu bertemu ajalnya dipandang gurun. Palestina dipercayakan bagi generasi muda, generasi baru, yang dipersiapkan dengan baik di padang gurun, dengan segudang permasalahan, menjadi lebih kuat, lebih tanggap, lebih dewasa dan lebih siap menerima tanggung jawab sebagai pengelola tanah 'surga' pemberian Allah itu. Generasi ini dipersiapkan ketika para tua-tua, penolak-penolak Allah, masih memimpin, memerintah, memuaskan ego dan kebuasan mereka. Mereka tahu, Allah telah menolak mereka, silahkan berbuat sesukanya di padang gurun, yang penuh dengan badai pasir, dan 40 tahun kedepan, satu-persatu jasad mereka akan terserak di gurun luas itu, dan menjadi monumen bagi sejarah dunia, bahwa Allah pernah memunahkan satu generasi yang bebal, untuk memberi kesempatan bagi generasi baru belajar dari kesalahan, dan mengambil alih tanggung jawab memimpin bangsa baru di tanah yang baru, dengan harapan baru. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Akan ada keberatan-keberatan dari sebagian generasi tua jika sejarah benar-benar terulang. Benar, tidak semua generasi tua bertanggung jawab pada keadaan ini. Masih ada 'Kaleb' dan 'Joshua' yang tidak hanya diijinkan masuk ke tanah perjanjian, tetapi diberi pula kepercayaan untuk menjadi panitia pengarah, pembimbing, dan pemimpin para generasi baru itu. Orang-orang benar, yang tidak memiliki karakter generasinya, orang-orang yang masih melihat Allah dan mau mendengar Kewibawaan kuasanya. Mungkin saja bangsa ini masih memiliki kelompok Kaleb dan Joshua, yang kepadanya Allah menaruh beban untuk suatu masa depan yang lebih baik, memimpin bangsanya kepada Allah. Bangsa kita, Geraja kita, dan komunitas kita tentu masih membutuhkan pemimpin tua yang bijak, pemimpin yang melihat bahwa tanggung jawab kepemimpinan adalah beban yang diterima dari Allah, dan memiliki nilai kekal, artinya, sampai kekekalan nanti, Allah akan 'mempertanyakan' menuntut tanggung gugat. Tapi saya rasa, tak perlu iklan di seluruh media massa :'Dicari, Joshua dan Kaleb jaman ini!'&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Tiap-tiap pemimpin harusnya mengerti benar apa ujian kepemimpinan. Bila lulus, tanggung jawab yang lebih besar  menanti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Kembali kepada persiapan generasi muda, bagian ini tidak akan pernah menjadi hal yang menarik bagi pemimpin-pemimpin tua. Mempersiapkan para pemuda sama saja dengan mengakui bahwa mereka telah gagal. Sama saja dengan menyerah kalah kepada para oposan. Sebagian dari mereka hanya berpikir tentang saya, saya, dan saya. Tidak pernah sadar akan kapasitas dirinya, tidak pernah mengerti bahwa demi masa depan yang lebih baik harus ada regenerasi. Sedangkan sudah nyata-nyata salah saja, masih mati-matian mempertahankan kekuasaan. Padahal seharusnya tidak begitu, mempersiapkan suksesor jangan dipandang sebagai iklan kegagalan diri, namun justru suatu teriakan pengakuan, bahwa sebaik apapun kita menjalankan tanggung jawab saat ini, tetap saja, kita harus selesai, harus ada yang melanjutkan, harus ada yang merasakan bahwa kebijakan-kebijakan kita salah atau benar. Harus ada yang lebih cerdas, lebih baik, lebih kuat dan lebih siap dibanding kita.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Hah, mimpi-mimpi ini tampaknya harus dimulai seorang diri. bukan mengklaim bahwa hanya saya yang berpikir seperti itu. Bukan! Karena bagaimanapun tidak mungkin mewujudkan mimpi-mimpi seorang diri. Tidak mungkin pemimpin lahir dari prakarsa pribadi. Dengan keyakinan bahwa masih ada orang-orang yang berpikir sama, bermimpi sama, berjuang bersama, maka saya tetap bekerja, disini, sendiri, kecil dan besar, untuk suatu tujuan, mempersiapkan pemimpin-pemimpin muda, menjangkau generasi muda. Saya tahu, saya tidak sendiri!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Berpikir dan kemudian mencurahkan ide ini disini, membuat saya membuang jauh-jauh ketakutan terhadap mimpi sendiri. Allah membentuk pemimpin-pemimpin baru dari generasi baru di  padang gurun, 40 tahun. Allah yang sama akan membantu kita, 'Agents of Change' mempersiapkan generasi pemikir, pendobrak, pembaharu, dan pelaku-pelaku yang setia, yang memiliki karakter-karakter Mesias di dalam dirinya. Butuh 40 tahun? Mungkin, tapi mengapa tidak?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-7472436607790316185?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/7472436607790316185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=7472436607790316185' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7472436607790316185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7472436607790316185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2008/03/kesempatan-bagi-generasi-muda_04.html' title='KESEMPATAN BAGI GENERASI MUDA'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6297828087269904487.post-7903737392751388538</id><published>2008-03-04T00:35:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T00:43:01.995-08:00</updated><title type='text'>GORESAN TERIMAKASIH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Untuk Setiap Pribadi yang Telah Dipakai Membentukku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Sebagai Aku, Apa Adanya Aku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;(Bagian Pertama)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Ya Tuhan tiap jam kumemerlukanMU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Engkau lah yang membri sejahtera penuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Setiap jam ya Tuhan Dikau kuperlukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Ku datang Juruslamat, berkatilah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Syair diatas tidak pernah gagal menjalankan tugas dalam menginspirasi dan menguatkan saya. Ketika saya pertama kali mengalungkan dengan bangga status kemahasiswaan di leher, syair itu yang mengingatkan saya pada satu-satunya PENGHARAPAN. Ketika satu-persatu orang yang saya cintai pergi, sekali lagi syair itu dipakai dengan begitu luar biasa untuk mengalirkan penghiburan sejati. Pernah pula, ketika studi dan pelayanan terasa seperti beban yang sangat berat, menjadi begitu nikmat dan menjadi kenangan. Syair itu, sekali lagi begitu menginspirasi (bahkan sampai-sampai dengan segala ketidaksengajaan, tanpa mengurangi rasa hormat kepada penciptanya, syair itu pernah begitu melekat dan menjadi identitas saya). Tidak salah kalau terima kasih pertama saya tujukan kepada pencipta lagu tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Entah mengapa, saat ini saya tergerak menulis ucapan terima kasih kepada pribadi-pribadi yang saya rasakan benar-benar telah dipakai oleh Tuhan untuk membentuk saya, sebagai &lt;i style=""&gt;aku apa adanya aku. &lt;/i&gt;Goresan terima kasih ini saya tujukan untuk menunjukkan betapa saya saya menghargai apa yang telah mereka perbuat bagi pembentukan saya sampai saat ini. Goresan yang saya harapkan dapat pula meninggalkan kesan, untuk setidaknya menjadi pengakuan bahwa si &lt;i style=""&gt;aku apa adanya aku&lt;/i&gt; menghargai dan berterima kasih untuk tiap-tiap karang yang telah dibawa dalam hidup saya. Dengan kesadaran penuh, bahwa saya berhutang budi kepada semua pihak yang memungkinkan saya untuk terus-menerus bertumbuh menjadi lebih baik lagi sebagai pelayan Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Harta yang paling berharga adalah keluarga, mutiara tiada tara adalah keluarga, puisi yang paling bermakna adalah keluarga…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sukacita yang sangat besar bagi saya untuk memberikan terima kasih terbesar kepada keluarga. Motivasi, harapan, penghargaan, dan kebanggaan mereka adalah alasan bagi saya untuk berbuat yang terbaik. Tidak semua orang beruntung ditempatkan di dalam suatu keluarga yang begitu luar biasa, tim yang solid, rumah yang kokoh, ikatan yang kuat, dan doa yang berkuasa.&lt;i style=""&gt;. &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kehidupan tidak pernah begitu mudah. Terlahir dari sepasang suami-istri yang begitu sederhana ternyata sangat dominan dipakai Tuhan membentuk dan mempengaruhi hidup saya. Bapak (Hamonangan Siahaan) adalah pribadi pertama yang menyadarkan saya bahwa kemiskinan adalah anugrah. Begitu banyak buku-buku dan kata-kata bijak ber- ‘filosofi’ yang mendengung-dengungkan bahwa kemiskinan adalah selalu ‘kutuk’ dari kebodohan dan kemalasan. Mereka kelihatannya belum pernah mengenal bapak. Dia begitu mengerti dan menghayati arti Ucapan Berbahagia di dalam Kitab Injil Matius 5:3. ‘Kemiskinan Di hadapan Allah’ adalah pondasi utama hidupnya. Dia bukan pemuja kemiskinan yang berpuas diri dan memandang salah para orang kaya, bukan begitu maksudnya. Dia justru tidak senang terhadap orang-orang yang hidup miskin secara harta karena kemalasan dan kebodohannya. Bapak bekerja keras, lebih keras dari orang kebanyakan. Bagi kami anak-anaknya, dekat dengan bapak artinya bekerja, berkarya. Melihat ada mahluk bernyawa yang makan tanpa bekerja, baginya itu berarti penistaan terhadap harkat dan martabat diri orang itu sendiri. Jadi jelas, dia pekerja keras, tetapi kemiskinan masih masih menjadi cara hidupnya. Berpikir kalau bapak adalah pekerja keras tetapi juga bukan pekerja cerdas adalah juga suatu kesalahan. Dia seorang pembelajar tulen, asli, bukan karbitan. Ide-idenya lahir dari proses berpikir, segar, bukan contekan. Dia menghargai proses belajar sebesar dia melakukannya. Bekerja sebagai buruh di salah satu Bank Pemerintah tidak membuatnya hanya melulu tahu tentang perkreditan. Dia mengerti theologia, paham politik, dia menceritakan pada saya siapa itu Mozart, Bach, dan Bethoven dengan begitu lengkap dan detail. Napoleon dibuang ke Pulau Elba sudah saya ketahui sedari TK. Sepulang sekolah minggu saya pernah sekedar bertanya padanya siapa itu Martin Luther, namun sorenya saya harus duduk di sampingnya berjam-jam untuk mendengar kisah tentang Luther yang berdoa kepada Santa Anna, 95 Dalil, sampai kepada buku &lt;i style=""&gt;Summa Theologia &lt;/i&gt;yang habis-habisan dikritik Luther, padahal telah menjadi semacam ‘alkitab kedua’ selama berpuluh-puluh tahun sebelumnya. Dengan ter-&lt;i style=""&gt;bengong-bengong&lt;/i&gt; saya mengangguk dan selanjutnya baru mengerti semuanya itu belasan tahun setelah itu, di bangku kuliah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cerita-cerita pengantar tidur kami bukan sekedar kancil mencuri ketimun. Masa kecil kami sudah dipenuhi dengan kisah Anastasia, Raja Arthur, Putri Genoveva, dan bahkan cerita-cerita klasik milik Shakespeare yang kemudian baru kami pelajari di kelas bahasa Inggris bertahun-tahun kemudian. Ada banyak kisah-kisah berbobot lain yang saya yakin tidak diketahui oleh anak-anak lain di dunia ini, semua itu mengalir cerdas dari pikiran-pikirannya. sejak kecil, Bapak selalu memperlakukan kami sebagai ‘murid-murid’ atau teman berdiskusi yang sepertinya mengerti benar apa yang dia bicarakan. Masih banyak lagi penjelasan-penjelasan yang dapat saya paparkan sebagai bukti bahwa bapak adalah orang cerdas. Jelas, dia pengagum kemiskinan yang cerdas dan pekerja keras. Baginya, Tuhan telah sedemikian jelas menegaskan bahwa kebergantungan penuh kepada Tuhan haruslah menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gaya hidup. Seperti seekor rusa yang tidak pernah jauh dari sungai. Secara radikal Bapak berpendapat bahwa segala kemapanan, kemewahan, kekayaan, dan kenyamanan yang seharusnya dapat mendorong kita untuk lebih indah lagi berkarya bagi Tuhan, justru seringkali berhasil menyeret kita kearah kesombongan diri, dan keegoisan. Menjadi berhenti belajar, malas berkarya, berhenti berpengharapan kepada Allah, dan benar-benar berfokus pada ‘nilai diri’. Bapak bilang, kemiskinan mengajarkan kita bahwa tidak semua kerja keras diganjar dengan keberhasilan, tidak semua yang nyaman itu indah, dan tidak semua kebahagiaan bisa dibeli. Justru dengan tetap miskin dan sederhana walaupun telah bekerja keras dan menjadi cerdas dengan belajar, kita diajarkan bahwa setiap usaha dan karya yang kita hasilkan bukanlah untuk membuat kita meras berhak atas sebuah keberhasilan, penghidupan yang mewah, dan kehormatan. Bekerja dan belajar adalah upaya kita untuk memaknai kenyataan bahwa kita ini adalah cerminan dari Allah. Agar jangan ada orang yang melihat kita tidak melihat Allah dan pekerjaan-Nya di dalam kita. Lalu bagaimana kita makan, minum, dan mendapatkan segala fasilitas untuk tetap hidup dan maksimal dalam berkarya, semuanya itu adalah anugrah, yang pun nantinya harus tetap dipertanggung jawabkan. Maka Bapak adalah orang keras yang cerdas, orang cerdas yang keras. Yang mendidik anaknya dengan ikat pinggang (mungkin karena rotan susah dicari), pemikiran, dan pelukan. Terima kasih terbesar adalah untuk Bapak, atas pemikiran, teladan dan hidupnya yang begitu mempengaruhi saya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lalu Mamak? Saya tak habis pikir mengapa Mamak setuju menikah dengan Bapak. Selain dari pemikiran, ketegasan, dan kerja keras, entah apa yang dia punya dulu. Menurut saya, kebanyakan remaja putri (dari tahun 80-an sampai sekarang) tidak pernah benar-benar tertarik dengan pemuda tanpa uang dan tampang. Jelas Bapak tidak punya itu. Saya pernah secara serius menanyakan ini kepadanya, dan dia hanya tersenyum. Selanjutnya, kisah yang selalu mewarnai hari-hari keluarga kami adalah kisah tentang Bapak yang tidak pernah menyerah dan tanpa &lt;i style=""&gt;tau malu&lt;/i&gt; mendekati Mamak, yang kala itu katanya sama cantiknya dengan Meriam Belina dengan rambut panjang bergelombangnya. Dan Mamak dengan kesal terpaksa harus setuju dipacari seorang pemuda eksentrik yang sepertinya tanpa harapan. Penilaian saya sebagai anak mereka, Bapak tergila-gila akan kecantikan dan kelembutan hati Mamak, dan Mamak (walaupun tak mau berterus terang) pasti tergila-gila dengan karisma dan pesona kecerdasan Bapak. Ya, Mamak adalah seorang wanita yang cantik dan lembut. Sayang kedua kelebihan itu tidak menurun kepada saya. Tampang jelek dan kecerdasan (&lt;i style=""&gt;ehm&lt;/i&gt;) Bapak adalah warisan saya. Mamak bukanlah wanita yang kecerdasannya di atas rata-rata, seperti Bapak. Saya perhatikan, terkadang Mamak mengeluh juga dengan ocehan dan pertanyaan-pertanyaan Bapak yang &lt;i style=""&gt;entah &lt;/i&gt;dari mana dan tentang apa saja. Tetapi beliau punya kelembutan hati, dan ini menjadi daya tarik utamanya. Ketegasan Bapak senantiasa diimbangi oleh kelembutan Mamak. Tempat mengadu yang paling teduh. Hanya saja, kami harus tahu waktu dan kesempatan. Mamak punya kelebihan lain yang tidak kami suka, cerewet. Itu karena hal-hal kecil, detail, dan kompleks. Mungkin karena kemeja sekolah yang dikeluarkan dari dalam celana, atau buku pelajaran yang tanpa sampul, rambut yang tidak disisir rapi, piring-piring kotor yang belum dicuci, halaman rumah yang belum dibersihkan, anak-anak nakal yang susah tidur siang, sampai kepada si Bomber (panggilan anjing kesayangan kami) yang belum diberi makan. Hal-hal seperti ini sangat mengganggunya, maka keluarlah serentetan omelan. Namun itu semua sungguh-sungguh tidak membuat kami jera, selalu ada pengampunan, lalu ancaman akan memberitahu kenakalan kami kepada Bapak (dan tidak pernah dilakukan karena Mamak tidak mau kami dipukul Bapak). Psikologi anak pada masa ini mungkin menyalahkan tindakan Mamak. Tetapi kami tidak. Tidak pernah ada satu titik dimana kami tidak menghormati Mamak dan mempermainkan kelembutan hatinya. Kami paham betul, Mamak sayang pada kami, sangat sayang. Tak ada yang tersembunyi dari Mamak, dia tahu siapa anaknya, sedang jujur atau berbohong, sedang sedih atau senang. Pelukan dan senyuman adalah hartanya, makanan kami. Menjadi istri dari seorang yang keras dan sederhana seperti Bapak telah membentuk Mamak untuk lebih sabar dan tabah. Mamak adalah menantu perempuan satu-satunya dikeluarga Bapak. Sering terjadi saya melihatnya menangis dan kecewa karena perkataan dan tindakan tidak menyenangkan dari keluarga Bapak, namun tidak ada inisiatif balasan dari dalam dirinya. Mamak menghormati Bapak dan mengerti benar kedudukan Bapak di keluarga sebagai anak laki-laki tunggal. Tidak pernah berhenti senyum mengalir dari mulutnya kepada mertua dan kakak atau adik iparnya. Pelayanan yang penuh kasih senantiasa menjadi kekuatannya jika siapa saja datang beramu ke rumah kami. Saya sering membalas marah kepada setiap saudara Bapak yang melukainya, tapi Mamak selalu menegur saya dan dengan kasih menjelaskan bahwa panas hati serta dendam tidak menyelesaikan masalah. Cinta kasih, kesabaran, dan kelembutan hatinya telah memberi saya teladan berharga tentang pengampunan, didikan, dan kesetiaan. Terima kasih Ma! Orang tua terbaik yang pernah ada dalam sejarah dunia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Juga kepada Friska Tiurma Hartati, Taruli Yosephine Suryani, Samuel Maruli Tua, dan Niko anugrah Sion… sahabat-sahabat terbaik yang pernah diciptakan. Betapa indahnya persaudaraan, apabila nama-nama mereka ada di dalamnya. Kebanggaanku, &lt;i style=""&gt;anak-anak&lt;/i&gt; ku, dan salibku. Tak terbayangkan kehilangan kedua orang tua pada usia yang sangat muda, tetapi dengan mereka, semuanya menjadi lebih mudah. Saya mengerti bahwa tiap-tiap perkara membentuk kita untuk menjadi semakin sempurna ke arah Teladan Kristus, dan dua kematian berturut-turut yang kami alami dalam waktu yang singkat, telah membuat kami menjadi lebih kuat, satu, berpengharapan, dan mengasihi satu sama lain. Tidak ada adik-adik yang setaat mereka di dunia ini, semua memuji. Keindahan menjadi abang selalu tergambar ketika berada di dekat mereka. Saat ini kami telah jauh dalam jarak satu sama lain. Di Siantar, di Bandung, Yogyakarta, dan mungkin sebentar lagi Australia. Perjumpaan akan menjadi barang yang sangat mahal dan langka, sedih bila mengingat semua ini. Hari Natal menjadi hari yang paling ditunggu, karena semua berkumpul, melebur jadi satu. Bertengkar, tertawa, berpelukan, bercanda, dan bercerita tentang apa saja. Indah! Terima kasih de, karena karakter kalian yang berbeda-beda telah mengajar abang untuk lebih dewasa, bertanggung jawab, dan menjadi lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ibu tiri adalah frasa yang menarik bagi saya. Bagaimanapun, cerita-cerita, pengalaman, dongeng-dongeng, dan film-film, mencitrakan ibu tiri sebagai sosok yang kejam. Benar, mungkin mereka belum pernah bertemu dengan Mama. Dia adalah ibu tiri bagi kami. Bapak menikahinya ketika belum genap setahun setelah Mamak meninggal. Semula, saya menjadi penentang terbesar niat Bapak. Saya melakukan berbagai cara untuk menghalanginya menikah lagi. Namun niat Bapak yang keras dan bujukan dari beberapa saudara membuat saya akhirnya mengijinkannya. Mereka menikah, saya tidak hadir. Namun ternyata, semua itu allah ijinkan dan rencanakan dengan sangat tepat untuk kebaikan kami dan kemuliaan namanya. Yang Bapak nikahi bukan seorang ibu tiri, namun malaikat. Benar, &lt;i style=""&gt;an angel!&lt;/i&gt; Hanya setahun mereka bersama, Bapak meninggal. Peristiwa yang hampir saja berhasil dipakai iblis mengguncangkan iman saya. Namun sekali lagi, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan..” Kematian Bapak adalah awal dari karya ajaib Tuhan bagi keluarga kami, melalui Mama. Mengumpulkan kami di kamar, Mama berjanji untuk tetap setia kepada Allah yang hidup menjalankan tanggung jawabnya sebagai Mama bagi kami. Padahal semua tidak berlangsung dengan baik. Seminggu setelah Bapak meninggal, &lt;i style=""&gt;Oppung doli &lt;/i&gt;(Kakek dari pihak Bapak) meninggal. Semua seakan hancur berantakan ketika &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;para &lt;i style=""&gt;namboru&lt;/i&gt; (saudara-saudara perempuan Bapak) mengadakan keributan malam setelah penguburan &lt;i style=""&gt;Oppung. &lt;/i&gt;Mereka ribut soal harta peninggalan &lt;i style=""&gt;Oppung&lt;/i&gt; dan berakhir dengan munculnya &lt;i style=""&gt;statement&lt;/i&gt; mengembalikan Mama ke keluarganya. Benar-benar mengerikan, jahat, dan hampir-hampir tak termaafkan. Tapi Mama, apa yang dia perbuat? Walaupun para &lt;i style=""&gt;namboru&lt;/i&gt; pergi dari rumah dengan tanpa sopan santun, Mama tetap pada prinsipnya, tidak ada dendam, memaafkan, dan setia pada komitmennya melindungi kami. Hampir-hampir tidak percaya bahwa di dunia ini masih ada orang seperti Mama. Dengan tekanan-tekanan dari banyak pihak dan tuduhan-tuduhan jahat terhadap Mama, kami berkomitmen untuk terus berjuang hidup, dan menjadi keluarganya Allah. Tuhan itu setia, dia menolong Mama, memberinya kekuatan, hikmat, dan kondisi keuangan yang semakin baik. Hampir-hampir tidak ada harapan untuk bertahan hidup kalau hanya dari gaji pensiun Bapak. Mama bekerja pada salah satu yayasan pendidikan di kota kami. Dengan penghasilannya, dia menghidupi ‘keluarga barunya’, sebagai darah dagingnya sendiri. Kasih sayang, perhatian, ketegasan, dan doa-doanya melebihi bahkan ibu kandung manapun di seluruh dunia. Dia benar-benar ibu, memarahi, mengasihi, menghukum, memeluk, mendengar, menghibur, memotivasi, dan mendoakan. Satu-satunya fakta yang saya benci mengenai Mama adalah bahwa Mama bukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ibu kandung kami. Saya benci mengingat fakta itu, namun sekaligus membuat saya senantiasa bersyukur dan menikmati keajaiban itu, bahwa benar, Ibu yang sangat mengasihi kami itu bukanlah ibu kandung kami, namun Malaikat yang Tuhan turunkan ke dunia ini untuk menyadarkan kami bahwa &lt;i style=""&gt;He is there and He is not silent&lt;/i&gt;! Kebanggaan terbesar keluarga kami adalah kenyataan bahwa kami memiliki malaikat di dalam wujud Mama, di rumah. &lt;i style=""&gt;Yes Mom, you are an angel!&lt;/i&gt; Terima kasih Tuhan, terima kasih Mama!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ketika SD, saya tumbuh menjadi anak pintar (&lt;i style=""&gt;ehm&lt;/i&gt;) yang mulai menunjukkan bakat kepemimpinan. Saya tidak akan pernah melupakan kepala sekolah saya waktu itu, Bapak Sidabutar, yang sungguh-sungguh telah menjadi salah satu malaikat yang dipakai Tuhan membentuk saya. Motivasi yang dia berikan dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keyakinan yang ditunjukkan pada saya telah menolong saya untuk bertumbuh menjadi seorang anak yang mulai mendapatkan jati dirinya. Penting bagi anak kecil untuk diberi tanggung jawab dan kemudian dibimbing untuk melakukannya. Dan itu yang saya terima, tanggung jawab sebagai ketua kelas selama 4 tahun, pujian, teguran, serta bimbingan yang Pak Sidabutar berikan, benar-benar membuat beliau adalah pribadi penting dalam pembentukan saya. Pak Sidabutar, terima kasih!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Masih ketika SD, ada seorang teman bernama Friska Dyana Florentina Panjaitan yang memberi saya pengalaman pertama merasakan aroma kompetisi yang sehat. Dia cerdas dan sebagai gadis kecil, dia bijak. Sejak catur wulan pertama pada kelas satu dia selalu menjadi juara pertama di kelas kami. Yang paling menggangu adalah, saya selalu hanya bisa menjadi yang kedua. Setiap akhir catur wulan, pada penerimaan rapor, selalu menjadi saat-saat mendebarkan, dan (&lt;i style=""&gt;unbelieveable&lt;/i&gt;, he-he) dia selalu menjadi pemenang. Sekeras apapun usaha yang saya lakukan seperti tidak ada manfaatnya, saya terus mencoba dan mencoba, selalu dibalas dengan usaha yang lebih keras dari Sang Friska. Bahkan (masih kuat ingatan saya), di awal tahun ajaran, sewaktu kami duduk di kelas 6 SD, dia mengorganisir (&lt;i style=""&gt;wuih&lt;/i&gt;) suatu demonstrasi yang memiliki satu tujuan penting : menggulingkan Taor Geovanny Siahaan dari jabatannya sebagai Ketua kelas. Ha-ha, kudeta pertama yang saya alami di dalam hidup, dan berhasil. Saya harus turun, dan dia tersenyum penuh arti. Tetapi dia tetap menjadi teman terbaik ketika itu, yang selalu menjadi pendukung dan pemotivasi saya di sekolah (kecuali peristiwa kudeta itu, he-he). Nomor telepon rumahnya adalah nomor telepon pertama yang saya hafalkan, 263**. Pernah pula kami harus mewakili sekolah kami bertanding cerdas cermat, setelah hasil yang amat baik di awal, kami harus kalah karena satu kesalahan:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gadis kecil yang katanya cerdas itu (hi-hi), salah menghitung. Soal yang diberikan tentang keliling persegi panjang, dia hitung luasnya. Saya marah besar, tetapi (lagi) semua orang tetap membelanya, sebagai anak cerdas dan manis (namun tidak tahu menghitung keliling persegi panjang), ha-ha. Fris, terima kasih! Salam plasmodium!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Masa-masa bertumbuh menjadi remaja adalah masa-masa yang membingungkan bagi saya. Kebingungan-kebingungan tanpa henti membuat saya merasa berada di dalam suatu ‘periode diam’ yang tanpa jawaban. Saya mengalami demam cinta pertama ketika kelas 3 SD. Berkunjung meminjam majalah ke rumah gadis kecil itu entah mengapa berubah menjadi aktivitas menyenangkan. Berlama-lama dengannya sambil &lt;i style=""&gt;ngobrol ngalor ngidul&lt;/i&gt; seputar pelajaran sekolah &lt;i style=""&gt;kog&lt;/i&gt; jadi asyik. Teman-teman bilang itu rasa suka. Katanya saya suka sama Mardyana (nama gadis kecil itu), dan kemudian kalimat itu pun berubah menjadi ledekan. Apalagi gadis kecil yang manis itu lebih tua setahun usianya. Sejak kelas 3 SD saya tidak mengerti apa-apa selain dari fakta bahwa &lt;i style=""&gt;ngobrol &lt;/i&gt;dan bermain dengan Mardyana menyenangkan. Namun semua berubah ketika saya duduk dibangku kelas 3 SMP. Mardyana menjadi penting, dan sangat penting dalam pikiran saya. Senyumnya membuat saya tersenyum, dan rasa kangen membuat saya sering mengambil jalan yang lebih jauh untuk membeli minyak tanah, hanya karena jalan itu melewati depan rumahnya. Ha-ha. Tetapi cinta itu menjadi cinta tak berbalas untuk waktu yang sangat lama, 4 tahun. Semua terasa menjadi tidak menyenangkan ketika melihatnya tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik, cerdas dan disukai banyak anak laki-laki. Cinta pertama, sekaligus pengalaman pertama menjadi pengagum rahasia. Ada surat berbahasa Inggris yang lucu, ada cincin kecil yang manis, jalan pagi yang menyenangkan, hari natal yang indah, saat-saat &lt;i style=""&gt;marguru malua &lt;/i&gt;(sidi) yang tak terlupakan, menonton &lt;i style=""&gt;Anaconda &lt;/i&gt;di bioskop, malam minggu di NHKBP yang selalu ditunggu, &lt;i style=""&gt;dyari&lt;/i&gt; yang dipenuhi curhat-curhat &lt;i style=""&gt;cupu, &lt;/i&gt;dan semuanya adalah kenangan indah. Harus diakui, semua kenangan itu menjadi pembelajaran penting dalam proses pembentukan saya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Terima kasih Mardyana ‘Unyi’ (Rosalina?) Manullang!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Di masa-masa remaja pula saya memiliki Pdt. Benjamin Butar Butar (Bentar) sebagai sahabat pertama saya, bersama Sanggam Ernist Siahaan. Bertiga, kami mengalami masa-masa menyenangkan. Amang Bentar benar-benar salah satu sahabat terbaik yang pernah saya miliki. Dengan usia yang jauh lebih tua, dan status yang berbeda (Dia Pendeta, saya Ketua NHKBP), kami sungguh-sungguh dapat bersahabat. Saya belajar tentang menjadi pria dewasa ketika usia saya masih 13 tahun. Mengajarkan bagaimana menyatakan perasaan cinta kepada &lt;i style=""&gt;cewe&lt;/i&gt;, bagaimana bertanggung jawab sebagai pemimpin organisasi, bagaimana berpidato, sampai kepada bagaimana merencanakan sebuah pesta kejutan ulang tahun. Perpisahan dengannya adalah kehilangan pertama yang saya rasakan di dalam hidup. &lt;i style=""&gt;He is my best buddy&lt;/i&gt;! &lt;i style=""&gt;Amang, mauliate&lt;/i&gt;!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;SMU menjadi saat-saat awal menemukan jati diri. Pada masa ini, saya menemukan bahwa menjadi dewasa adalah pilihan. Saya mengerti arti sosialisasi, aktualisasi diri, dan nilai-nilai sebuah tanggung jawab secara lebih mendalam. Mengenal teman-teman di organisasi kesiswaan menjadi bagian yang saya pikir sangat penting dalam pembentukan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab di dalam diri saya. Saya berterima kasih kepada Kak Julia Damanik, Tumpal Pangaribuan, Samuel Eben Ezer Tamba, Franky Christian Silalahi, Corry Ester Siagian, Pittah Haloho, Lisbeth Marice Siagian, dan Moshinta ‘momo’ Siahaan. &lt;i style=""&gt;They are all my buddies&lt;/i&gt;! &lt;i style=""&gt;Good friends are always good friends&lt;/i&gt;! Oya, mengingat masa SMU, ada satu nama juga yang kepadanya saya harus berterima kasih, Nenny Ika Putri Simarmata (&lt;i style=""&gt;she knows why&lt;/i&gt;). Debar-debar ‘penembakan’ pertama benar-benar masih dapat saya ingat sampai hari ini. NIPS, &lt;i style=""&gt;where are you&lt;/i&gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Di Jatinangor saya mendapatkannya, Tania Evans, ade ku, teman curhat setia dan sejati, pengkritik terbaik, pendoa syafaatku, angelku, suksesorku, adik rohaniku, orang pertama yang dicari ketika ada masalah, &lt;i style=""&gt;makasi ngga &lt;/i&gt;cukup ya, untuk menunjukkan betapa kau telah mengambil bagian penting dalam hari-hariku, mengisinya dengan karang-karang yang kokoh, dan (he-he) akhirnya menempatinya sendiri. Saya berdoa dan bekerja untuk pembentukannya, tetapi Tuhan; bukan saja membentuknya, malahan memberikan dia bagiku sebagai jawaban doa. Tuhan memberikan seorang dari tulang rusukku, yang dibentuk spesial. Satu bintang yang diambil dari langit Nya, lalu diberikan cahaya Nya, dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dia taruh di langitku yang kecil dan gelap, untuk dipakai menerangiku selamanya. Menjadi berarti dengan seluruh apa yang saya punya, apa yang dia punya, dan apa yang kami rasakan serta alami bersama, Tuhan memakai hubungan ini menjadi berkat bagi banyak orang. Kami berbeda, sangat berbeda. Secara latar belakang, kami datang dari dua komunitas masyarakat yang saling tidak menyukai satu sama lain. Bagi kami keluarga Batak, gadis Cina bukanlah pilihan yang menarik untuk menjadi kekasih. Keluarganya pun begitu. Bagi beberapa orang, hubungan kami tidak rasional, karena segudang perbedaan yang ada. Latar belakang, fisik, prinsip, dan kesenangan, semua berbeda. Jika menikah nanti, saya ingin mengatakan kepada dunia, memang benar, “Kita bisa mencintai siapa saja jika kita inginkan, dan jika Allah ijinkan. Namun untuk bertahan, diperlukan komitmen yang kuat. Dan komitmen yang kuat hanya lahir dari hubungan yang erat antara saya-dia- dan Allah!” Sangat banyak pergumulan yang telah kami lalui bersama, dan sungguh, semuanya semakin mendewasakan kami. Tania Evans dipakai Tuhan untuk menyadarkan saya akan arti sebuah komitmen. Meninggalkannya adalah pilihan yang paling mudah ketika keluarganya menentang keras hubungan kami, namun dengan karunia Tuhan, kami diberikan kekuatan untuk setia pada komitmen. Perbedaan prinsip yang ada menjadi awal dari banyak pertengkaran kecil dan besar. Sekali lagi, mungkin ‘putus’ adalah jawaban paling gampang, namun berubah seturut dengan pimpinan Roh Kudus adalah pilihan kami. Perbedaan sudut pandang terhadap uang, sifat perfeksionisnya, keteledoran saya, sampai masalah adat budaya, pergumulan keluarga, dan panggilan pelayanan, memaksa kami untuk mendiskusikan banyak hal dan saling merendahkan diri. Teringat akan beberapa peristiwa ketika kami menikmati waktu bersama di pusat-pusat keramaian, dan terganggu oleh cara memandang orang pada kami. Mungkin mereka tidak habis pikir apa yang telah dengan begitu kuat dapat menyatukan kami yang sangat berbeda satu sama lain. Tania tinggi, putih, sipit, dan (&lt;i style=""&gt;definitely&lt;/i&gt;) cantik. Sedangkan saya dengan tinggi badan semampai (semeter tak sampai, ha-ha), sangar, gendut, berkulit hitam, dan (ya ampun, &lt;i style=""&gt;I hate to say this!&lt;/i&gt;) jauh dari menarik. Dari situ saya mengerti, masih banyak orang dangkal di luar sana, yang hanya menilai seseorang dari perbedaan fisik dan ras. Termasuk pendeta sekalipun. Saya teringat Tania pernah bercerita tentang pendeta salah satu gereja besar di Bandung yang menolak guru sekolah minggu dari ras tertentu untuk memegang posisi penting. Ya ampun, masih jaman?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Terima kasih pada bagian ini saya tujukan pada seseorang yang dengan cinta dan komitmennya telah dipakai Tuhan untuk menunjukkan bahwa Tuhan mengasihi saya dan memiliki rencana yang indah bagi hidup saya. Seorang yang diambil dari ketersediaan, yang ditetapkan dan telah digenapkan, lahir dari doa, dan bekerja oleh doa. Tania Evans, m&lt;i style=""&gt;akasi&lt;/i&gt; buat kritikan, pujian, kesetiaan, penerimaan, cinta, dan ketulusan. Yang dengan setia terus berdoa bagi perubahan saya menuju kepada kedewasaan, menjadi sama seperti Kristus. Terima kasih untuk kebersamaan di Jatinangor, di Pangandaran, di Danau Toba, di Borobudur, di Tangerang, dan di setiap hari-hari yang kita lalui bersama. Terima kasih karena telah mengajariku banyak hal tentang menjadi kekasih, terima kasih untuk utara-selatan, timur-barat hubungan kita. Semua hanya bagi kemuliaan Allah Tritunggal..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;/p&gt;--tagesi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6297828087269904487-7903737392751388538?l=tagesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagesi.blogspot.com/feeds/7903737392751388538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6297828087269904487&amp;postID=7903737392751388538' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7903737392751388538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6297828087269904487/posts/default/7903737392751388538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagesi.blogspot.com/2008/03/goresan-terimakasih.html' title='GORESAN TERIMAKASIH'/><author><name>tagesi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05902394216430168728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_aYvVEKaC8CE/R8z7yI2bQjI/AAAAAAAAAAc/JbbYv0DxuM8/S220/pas+foto2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
